TELUK BATANG — Polemik pengelolaan limbah di dapur MBG Teluk Batang mencuat setelah warga menduga adanya pembuangan air sisa produksi yang belum terolah optimal. Kekhawatiran ini dipicu oleh kabar penggantian sejumlah instalasi IPAL yang disebut-sebut masih cukup baru beroperasi.
Warga di sekitar lokasi dapur MBG mencium bau tidak sedap dan melihat genangan air yang diduga berasal dari limbah dapur. Mereka khawatir limbah tersebut mencemari saluran drainase dan lingkungan pemukiman jika tidak dikelola dengan benar.
Informasi soal penggantian komponen IPAL yang baru terpasang semakin memperkuat kecurigaan. "Kami hanya ingin pastikan limbahnya benar-benar diolah. Jangan sampai ada instalasi yang tidak berfungsi maksimal," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Menanggapi keresahan ini, Kepala Regional Kalbar buka suara dan membantah adanya pembuangan limbah sembarangan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan limbah di dapur MBG Teluk Batang telah sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan.
"Tidak ada pembuangan limbah tanpa pengolahan. Kami akui ada penyesuaian teknis pada IPAL karena volume produksi meningkat, tapi itu bagian dari pemeliharaan, bukan karena kerusakan," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin lalu.
Pihaknya juga memastikan bahwa penggantian komponen IPAL dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung, bukan karena instalasi sebelumnya gagal berfungsi. Kepala Regional menjamin limbah cair dari dapur telah melalui proses filtrasi sebelum dialirkan ke saluran pembuangan.
Untuk mengembalikan kepercayaan warga, Kepala Regional Kalbar berjanji akan membuka akses informasi terkait hasil uji kualitas air limbah secara berkala. Pihaknya juga akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup setempat dalam proses pengawasan rutin.
Dapur MBG Teluk Batang sendiri melayani ribuan penerima manfaat setiap harinya. Volume produksi yang besar menuntut sistem pengelolaan limbah yang andal agar tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari.
Kepala Regional Kalbar memastikan IPAL berfungsi normal. Penggantian komponen yang ramai diperbincangkan merupakan bagian dari peningkatan kapasitas, bukan perbaikan atas kerusakan. Uji kualitas air dilakukan secara internal dan hasilnya menunjukkan angka yang aman.
Pengelolaan limbah di dapur MBG berada di bawah tanggung jawab penyedia jasa katering yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional. Namun, Kepala Regional Kalbar menyatakan akan tetap mengawal proses ini bersama Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan tidak ada pencemaran.
Kepala Regional Kalbar berjanji hasil uji kualitas air limbah akan dipublikasikan secara berkala. Warga bisa memantau informasi tersebut melalui kantor kelurahan setempat atau kanal resmi program MBG di Kalbar dalam waktu dekat.