Pencarian

57% SPBU Pertamina Sudah Jual B50, Penjualan Penuh Baru Dimulai Oktober 2026

Jumat, 10 Juli 2026 • 09:56:31 WIB
57% SPBU Pertamina Sudah Jual B50, Penjualan Penuh Baru Dimulai Oktober 2026
% SPBU Pertamina di Indonesia telah mulai menjual bahan bakar B50.

KALIMANTAN BARAT — Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan data ini dalam acara peluncuran mandatory B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek. Menurutnya, penjualan B50 di 57 persen SPBU Pertamina itu terjadi karena BBM baru ini langsung menempati posisi yang sebelumnya diisi B40.

"Lebih (banyak) Jawa, Sumatera, terus sebagian Sulawesi ada, jadi mulai menyebar, tapi Pertamina sudah melaporkan tadi bahwa 57 persen sudah tersalurkan," kata Eniya.

Masa Transisi Tiga Bulan Habiskan Stok B40

Meski sudah dijual di ribuan titik, penjualan B50 secara penuh (100 persen) baru akan dimulai pada Oktober 2026. Pemerintah memberikan masa transisi tiga bulan bagi seluruh badan usaha untuk menghabiskan stok B40 yang masih tersimpan.

Kebijakan ini tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 Tahun 2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel 50 persen dalam minyak solar. Eniya menjelaskan Pertamina membutuhkan waktu dua bulan untuk menyelesaikan stok B40, sementara 34 badan usaha blending lainnya butuh tiga bulan.

"Karena memang kita tanya dari badan usaha yang terutama paling besar kan memang Pertamina. Pertamina perlu berapa bulan menyelesaikan stok B40? Nah, jawabannya adalah 2 bulan dan untuk yang lain kan ada 34 badan usaha blending-nya itu memerlukan waktu 3 bulan," jelasnya.

Ketersediaan Bahan Baku Sawit Terjamin

Eniya memastikan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau biodiesel berbasis minyak sawit mencukupi untuk memenuhi kebutuhan B50. Kebutuhan tahunan diperkirakan mencapai 16,7 hingga 18 juta ton CPO per tahun.

"Jadi kita dorong dengan adanya B50 ini kan pasti tambah-tambah produksi nih. Nah, tetapi kita hitunganya adalah 16,7 sampai dengan 18 juta," ujarnya.

Apa Itu B50 dan Dampaknya bagi Konsumen

B50 adalah campuran 50 persen biodiesel sawit (FAME) dan 50 persen solar fosil. Program ini merupakan kelanjutan dari mandatori biodiesel pemerintah yang sebelumnya berjalan di level B20, B30, dan B40.

Peluncuran resmi oleh Presiden Prabowo dilakukan setelah uji coba selama enam bulan di berbagai moda transportasi. Bagi konsumen di SPBU yang sudah menjual B50, tidak ada perubahan signifikan dalam proses pengisian bahan bakar karena B50 langsung menggantikan nozzle B40 yang sudah ada.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks