KALIMANTAN BARAT — Nama Alexandra Askandar atau yang akrab disapa Xandra mencuat setelah resmi menempati kursi Wakil Direktur Utama BNI pada Maret lalu. Lahir di Medan, 9 Januari 1972, perempuan ini bukan wajah baru di industri perbankan tanah air. Sebelum ke BNI, ia menjabat posisi serupa di Bank Mandiri sejak 2020.
Karier Alexandra dimulai dari posisi Assistant Vice President Corporate Banking Bank Mandiri pada awal 2000-an. Ia kemudian naik ke level Vice President, Senior Vice President, hingga Senior Executive Vice President. Sempat menjabat Direktur Hubungan Kelembagaan (2018-2019) dan Direktur Corporate Banking (2019-2020), posisi puncak sebagai Wadirut diraihnya pada 2020.
Latar belakang pendidikan dan keluarga turut menopang langkahnya. Lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia dan MBA dari Boston University ini merupakan putri dari Askandar, seorang bankir senior di Indonesia.
Berapa gaji Alexandra Askandar? Publik kerap membandingkan penghasilan eksekutif BUMN dengan pejabat negara. Gaji pokok Presiden Indonesia sekitar Rp 60 juta per bulan. Namun, total remunerasi direksi bank BUMN bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah per tahun.
Sebagai gambaran, pada 2019 total remunerasi dewan direksi Bank Mandiri—termasuk gaji, tunjangan, tantiem, dan insentif—mencapai Rp 428,36 miliar untuk sekitar 12 orang. Jika dirata-rata, setiap direksi menerima sekitar Rp 35,7 miliar per semester atau setara Rp 5,95 miliar per bulan per orang. Angka ini menjadikan Bank Mandiri sebagai BUMN dengan remunerasi direksi tertinggi saat itu.
Sebagai Wadirut di BNI, porsi penghasilan Alexandra diperkirakan berada di atas rata-rata direksi biasa. Remunerasi eksekutif perbankan biasanya terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap (rumah dinas, kendaraan, asuransi), tantiem berbasis kinerja bank, serta insentif jangka panjang seperti program kepemilikan saham.
Laporan LHKPN 2025 mencatat total kekayaan Alexandra Askandar mencapai Rp 201,16 miliar. Angka ini mencakup seluruh aset yang dimiliki, termasuk tanah, bangunan, kendaraan, serta surat berharga.
Meski angka pasti gaji dan bonus tidak selalu dipublikasikan secara individual karena alasan kerahasiaan, data LHKPN dan laporan keuangan bank memberikan gambaran nyata level kompensasi eksekutif top BUMN. Sistem ini dirancang kompetitif untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik di sektor perbankan nasional.
Dengan pengalaman panjang dan portofolio tanggung jawab yang besar, Alexandra Askandar menjadi salah satu figur bankir perempuan paling berpengaruh di Indonesia. Kini, BNI menjadi panggung baru baginya untuk membuktikan kapasitas di level tertinggi BUMN.