11 Rumah di Talaud Rusak Ringan Akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Mindanao, Dua Warga Syok

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 08 Juni 2026 | 20:48:31 WIB
Gempa magnitudo 7,7 di Mindanao menyebabkan 11 rumah di Talaud rusak ringan.

KALIMANTAN BARAT — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada pukul 06.37 WIB, Senin (8/6), terasa cukup kuat hingga ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Getaran tersebut menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan dan memicu kepanikan warga.

Kerusakan Tersebar di Dua Kecamatan

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud, sedikitnya 11 unit rumah warga mengalami rusak ringan. Kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Essang, tepatnya di Dusun I Desa Maririk, yang merupakan lokasi rumah milik keluarga Poae-Rabunusa.

“Selain 11 rumah warga yang rusak ringan, ada juga fasilitas umum yang rusak, seperti gudang pelabuhan di Essang dan pagar rumah sakit,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud, Fretsli Ontorael, dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA.

Dua Warga Alami Syok, Kini Sudah Pulang

Dampak psikologis akibat gempa juga tak terhindarkan. Dua warga asal Kecamatan Rainis sempat mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas setempat karena mengalami syok berat. Keduanya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan stabil dan membaik.

“Situasi sekarang ini sudah kondusif, warga telah melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Fretsli menambahkan.

BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Waspada Susulan Diminta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami beberapa jam setelah gempa terjadi. Meski demikian, Fretsli mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai untuk tidak lengah.

“Tetap beraktivitas seperti biasa dan tetap waspada meskipun gempa susulan telah menurun jumlahnya,” ujarnya.

BMKG melaporkan episenter gempa bumi tektonik ini berada di koordinat 5,80° Lintang Utara dan 125,14° Bujur Timur, atau tepatnya di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Gempa memiliki kedalaman 47 kilometer dan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami yang mencapai daratan Indonesia.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top