Bahlil Minta Izin Panggil “Kanda” Prabowo di Munas Hipmi, Singgung Tradisi Organisasi

Penulis: Mustofa Kamal  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 16:06:31 WIB
Bahlil meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk menggunakan panggilan "Kanda" dalam Munas Hipmi.

KALIMANTAN BARAT — Bahlil yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyampaikan candaan tersebut di hadapan Presiden Prabowo, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta ribuan anggota Hipmi. Momen ini terjadi di tengah rangkaian acara pembukaan Munas yang berlangsung meriah.

Panggilan “Kanda” sebagai Aspirasi Internal Hipmi

Dalam sambutannya, Bahlil terlebih dahulu menyapa Ahmad Muzani dengan sebutan “kanda”. “Yang saya hormati Ketua MPR RI abang saya Bapak Ahmad Muzani, mungkin biar lebih akrab kita panggil Kanda Ahmad Muzani,” ujarnya di atas panggung.

Setelah itu, Bahlil berpaling kepada Prabowo dan menjelaskan bahwa panggilan “kanda” dan “dinda” sejatinya dipelopori di lingkungan Hipmi. Ia kemudian meminta izin secara langsung kepada Presiden untuk menggunakan sapaan serupa. “Tadi kita ada aspirasi, Pak, katanya panggilan kanda dinda itu sebenarnya di Hipmi, Pak,” kata Bahlil.

Gaya Komunikasi Santai di Forum Organisasi

Candaan Bahlil sontak disambut tawa dan tepuk tangan dari peserta Munas. Gaya komunikasi semi-formal ini dinilai sebagai upaya mencairkan suasana di forum yang mempertemukan Presiden dengan para pengusaha muda dari berbagai daerah. Bahlil dikenal kerap menggunakan pendekatan personal dan candaan dalam forum-forum organisasi maupun acara kenegaraan yang bersifat non-protokoler.

Munas ke-XVIII Hipmi kali ini mengusung tema penguatan peran pengusaha muda dalam pembangunan nasional. Presiden Prabowo dalam sambutannya sebelumnya menyampaikan target pemerintah untuk merenovasi 400 rumah sakit dan 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia, yang membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Dinamika Relasi Pengusaha dan Pemerintahan Baru

Panggilan “kanda” yang dilontarkan Bahlil kepada Prabowo juga menarik diamati dalam konteks relasi antara dunia usaha dan pemerintahan saat ini. Bahlil, yang sebelumnya menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, merupakan salah satu tokoh politik yang dekat dengan kalangan pengusaha. Ia juga merupakan mantan Ketua Umum Hipmi periode 2015-2019.

Langkah Bahlil meminta izin secara eksplisit di forum terbuka menunjukkan adanya kehati-hatian dalam menjaga etika komunikasi dengan kepala negara, meskipun dibungkus dalam candaan. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait candaan tersebut.

Reporter: Mustofa Kamal
Back to top