Bulog Tarik MinyaKita Produksi PT KMR yang Terdistribusi ke Sejumlah Daerah Usai Tercium Bau Solar

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:46:01 WIB
Direktur Utama Bulog melakukan inspeksi mendadak ke pabrik PT KMR terkait laporan bau solar pada produk MinyaKita.

KALIMANTAN BARAT — Perintah penarikan dikeluarkan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pada Senin (29/6) setelah ia melakukan inspeksi mendadak ke pabrik PT KMR pada Sabtu (27/6). Sidak dipicu laporan warga di Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri yang mencium aroma solar pada MinyaKita yang mereka terima.

Indikasi Bau Solar Ditemukan di Tiga Titik Distribusi

Dalam peninjauan itu, Ahmad Rizal memeriksa seluruh rantai produksi—dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan. Pengecekan juga dilakukan terhadap standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas fasilitas.

Hasil pemeriksaan awal di lapangan mengonfirmasi adanya indikasi bau asing pada produk. “Bulog tidak akan mentolerir produk yang tidak memenuhi standar mutu,” kata Ahmad Rizal dalam keterangan resmi.

Pengujian Laboratorium Jadi Dasar Langkah Selanjutnya

Seluruh produk yang sudah terdistribusi ditarik sebagai langkah antisipatif. Bulog memerintahkan pengujian laboratorium untuk memastikan penyebab pasti bau solar tersebut secara ilmiah. “Agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah dan menjadi dasar langkah berikutnya,” ujar Ahmad Rizal.

Masyarakat yang telah menerima produk MinyaKita produksi PT KMR akan mendapatkan penggantian dengan produk yang memenuhi standar mutu. Proses penarikan dikoordinasikan bersama produsen dan pihak terkait.

Prioritas Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Rantai Pasok

Ahmad Rizal menegaskan perlindungan konsumen menjadi prioritas utama. Setiap komoditas pangan yang disalurkan Bulog harus memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan. “Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab Bulog,” tegasnya.

Ke depan, Bulog akan memperkuat pengawasan bersama seluruh mitra di sepanjang rantai pasok. Tujuannya memastikan setiap komoditas pangan yang disalurkan layak dikonsumsi dan bebas dari cemaran yang membahayakan.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top