KALIMANTAN BARAT — Jakarta - Yamaha RX-King memang sudah pensiun, tapi pamornya di pasar motor bekas tidak pernah redup. Versi seken dengan jarak tempuh rendah dan kondisi orisinal masih dibanderol tinggi oleh para kolektor. Melihat animo pasar yang terus membara, banyak pihak bertanya-tanya: kenapa Yamaha tidak sekalian membuat versi barunya saja?
Jawaban resmi Yamaha Indonesia justru berbicara soal perilaku konsumen. Bukan soal biaya riset atau mesin.
Katalisator di Knalpot Langsung Dibuang Pemilik
Rifki Maulana menjelaskan bahwa di akhir masa produksi RX-King dulu, Yamaha sudah berusaha keras menyesuaikan motor 2-tak itu dengan regulasi emisi. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan katalisator pada knalpot agar lolos standar Euro-2.
"Namun konsumen malah tidak puas dengan itu dan mengganti knalpotnya dengan versi yang sebelumnya," ujar Rifki dalam pernyataan resminya.
Artinya, usaha Yamaha untuk membuat RX-King lebih ramah lingkungan kandas di tangan pemiliknya sendiri. Begitu motor keluar dealer, knalpot standar langsung dicopot dan diganti dengan versi racing atau lawas yang suaranya lebih garang. Emisi pun kembali memburuk.
Regulasi Makin Ketat, Yamaha Pilih Jalan Lain
Saat ini, semua motor baru yang diproduksi Yamaha Indonesia harus mengacu pada aturan emisi yang berlaku. Pemerintah terus mendorong kendaraan yang lebih ramah lingkungan, dan Yamaha mengaku sadar akan arah kebijakan tersebut.
"Kami sadar apa yang diinginkan konsumen itu wajar. Namun Yamaha tidak berdiam diri," kata Rifki.
Alih-alih memproduksi ulang RX-King, Yamaha memilih mengembangkan motor lain dengan platform mesin berbeda. Pabrikan asal Jepang ini mengklaim sensasi berkendara yang ditawarkan pada motor-motor barunya tetap bisa memenuhi ambisi yang sama dengan RX-King. Meski tidak disebutkan model spesifiknya, pernyataan ini mengarah pada lini sport atau naked bike modern seperti MT-15 atau bahkan R15 yang sudah memiliki teknologi VVA dan pendingin cairan.
Impian Punya RX-King Baru? Buang Jauh-Jauh
Bagi penggemar berat yang masih berharap suatu hari nanti Yamaha Indonesia mengumumkan edisi reinkarnasi RX-King, jawabannya sudah jelas: tidak akan terjadi. Faktor regulasi emisi yang semakin ketat dan perilaku konsumen yang sulit diatur menjadi alasan fundamental.
Yamaha ogah mengambil risiko memproduksi motor baru yang ujung-ujungnya knalpotnya diganti dan gagal lulus uji emisi di jalan. Jadi, satu-satunya cara untuk memiliki motor legenda ini ya lewat jalur seken. Dan soal harga, itu urusan lain — semakin orisinal, semakin gelap nominalnya.