KALIMANTAN BARAT — Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi resmi berlaku mulai hari ini. PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan perubahan harga untuk produk RON tinggi dan diesel nonsubsidi, sementara produk bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami pergerakan harga.
Harga BBM RON 98 atau Pertamax Turbo tercatat turun signifikan. Dibanderol Rp19.300 per liter, angka ini turun Rp1.450 dari harga bulan sebelumnya yang mencapai Rp20.750 per liter. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi pemilik kendaraan performa tinggi yang membutuhkan oktan tinggi.
Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) masih ditahan di level Rp17.000 per liter. Tidak ada perubahan harga untuk varian hijau ini sejak penyesuaian terakhir.
Untuk segmen diesel nonsubsidi, penurunan harga justru lebih dalam. Pertamina Dex, yang merupakan bahan bakar diesel dengan kualitas tertinggi, kini dijual Rp21.150 per liter. Angka ini turun Rp3.650 dari harga Juni 2026 yang menyentuh Rp24.800 per liter.
Dexlite, varian diesel dengan harga lebih terjangkau, juga mengalami penurunan. Harganya turun Rp3.300 menjadi Rp19.700 per liter, dari sebelumnya Rp23.000 per liter. Penurunan ini cukup signifikan dan langsung terasa bagi pengguna kendaraan diesel komersial maupun SUV premium.
Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak bergerak. Pertalite (RON 90) masih dibanderol Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter. Keputusan ini menunjukkan pemerintah masih mempertahankan daya beli masyarakat pengguna BBM subsidi di tengah perubahan harga nonsubsidi.
Perlu dicatat, kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni lalu sempat memicu perdebatan di kalangan pengguna. Namun, dengan ditahannya harga di Rp16.250 per liter kali ini, Pertamina dinilai mencoba menjaga stabilitas pasar setelah penyesuaian di bulan sebelumnya.
Penurunan harga di segmen nonsubsidi ini kemungkinan dipengaruhi oleh tren harga minyak mentah dunia yang sedikit melandai dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Pertamina Patra Niaga tidak memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai faktor spesifik di balik penyesuaian ini.