Bupati Landak Karolin Resmikan Gereja Santo Thomas More Stasi Dano, Tekankan Pendidikan dan Karakter di Tengah Bonus Demografi

Penulis: Oman Sudirman  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 20:59:01 WIB
Bupati Landak Karolin Margaret Natasa meresmikan Gereja Katolik Santo Thomas More di Stasi Dano, Kabupaten Landak, pada Selasa (14/7/2026).

LANDAK — Peresmian Gereja Katolik Santo Thomas More di Stasi Dano, Kabupaten Landak, tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga ajakan bagi umat untuk bersiap menghadapi persaingan masa depan. Bupati Karolin Margaret Natasa secara langsung meresmikan gereja yang terletak di Paroki Santo Yusuf Karangan tersebut pada Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Karolin menyoroti pentingnya memanfaatkan fasilitas pendidikan yang sudah tersedia di wilayah Dano. Ia menilai, kualitas SDM menjadi modal utama yang tidak boleh diabaikan.

Pendidikan Jadi Modal Hadapi Persaingan Ketat

“Selain daripada karakter, modalnya ke depan adalah sekolah. Dano ini istimewa, Bapak Ibu. SD-nya bagus, SMP-nya sudah dibuat bagus. Jadi tolong dimanfaatkan, jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah,” tegas Karolin.

Ia mengingatkan bahwa persaingan ke depan akan semakin ketat. Oleh karena itu, para orang tua diminta tidak mengabaikan pendidikan anak. Gereja, menurutnya, harus menjadi pusat pembinaan iman yang melahirkan generasi penerus berkarakter dan berkualitas.

Uskup Dorong Umat Jaga Identitas Budaya

Perayaan Ekaristi dan pemberkatan gereja dipimpin oleh Uskup Administrator Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap. Dalam khotbahnya, ia memuji kegigihan umat Stasi Dano yang berhasil membangun gereja megah berbekal kebersamaan sejak 2019.

“Kita sudah meninggalkan agama tradisional dengan menganut agama Katolik, tetapi kita dengan menjadi Katolik tidak lalu kehilangan budayanya yang bagus dan indah. Kita harus mempertahankan itu,” pesan Uskup Samuel.

Dana Hibah Pemda dan Gotong Royong Wujudkan Gereja

Ketua Panitia Pembangunan Gereja, L. Alun A.Md., melaporkan bahwa pembangunan gereja dimulai pada 2019. Proses ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk dana hibah dari pemerintah daerah.

“Pada tahun 2019 kami memperoleh bantuan dana hibah dari Pemprov Kalbar sebesar Rp 30 juta, dan pada tahun 2024 kami memperoleh dana hibah dari Pemkab Landak sebesar Rp 100 juta yang sangat membantu percepatan pembangunan,” ungkap Alun.

Selain pemerintah, bantuan juga datang dari Credit Union (CU) Pancur Kasih, Yayasan Viana Dei, Paroki Gembala Baik Pontianak, serta swadaya murni umat setempat. Alun menambahkan, gereja ini diharapkan menjadi rumah Allah tempat umat bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih.

Pastor: Kehadiran Bupati Menguatkan Kaum Muda

Pastor Paroki Santo Yusuf Karangan, Pastor Robert Ciprian Calderon, OSJ, menilai arahan Bupati Karolin memberikan suntikan motivasi besar bagi kaum muda Katolik setempat. “Kehadiran Ibu Bupati di sini sangat menguatkan kaum muda untuk menyelesaikan dan berfokus untuk pendidikannya, sekolahnya. Jangan berhenti sampai selesai, dan kalau masih ada kesempatan, lanjutkan,” kata Pastor Robert.

Menutup arahannya, Bupati Karolin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia meminta umat Katolik dan seluruh masyarakat menjaga kerukunan antar umat beragama, memelihara keamanan, serta mendukung program pembangunan demi kemajuan Kabupaten Landak.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: majalahmataborneonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top