KALIMANTAN BARAT — Spotify resmi memperluas akses akun terkelola (managed account) gratis untuk anak-anak di bawah 13 tahun. Kebijakan ini mulai berlaku di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Prancis, Jerman, dan Belanda. Orang tua atau wali dari pengguna paket apa pun di negara tersebut kini bisa langsung membuatkan akun khusus untuk anak mereka.
Sebelumnya, fitur ini hanya tersedia untuk pelanggan paket Premium Family sejak Oktober tahun lalu. Perusahaan berencana merilisnya secara bertahap ke negara lain, termasuk Kanada, Selandia Baru, serta sejumlah negara di Eropa dan Amerika Latin.
Fitur dan Batasan yang Diterapkan Spotify
Akun terkelola ini dirancang khusus untuk pengalaman mendengarkan audio. Secara bawaan, Spotify menonaktifkan fitur video dan Canvas (visual loop) di akun anak. Tujuannya agar fokus konten tetap pada musik dan podcast.
Beberapa lapisan keamanan dan privasi juga diaktifkan secara otomatis. Profil anak tidak bisa dicari oleh pengguna lain, bersifat pribadi, dan tidak memiliki fungsi pengiriman pesan. Anak juga tidak bisa mengunggah foto profil, tetapi masih bisa menggunakan avatar.
Kontrol orang tua cukup ketat. Konten eksplisit otomatis tersaring. Orang tua bahkan bisa menentukan lagu atau artis mana yang boleh dan tidak boleh didengarkan anak.
Dampak ke Pengalaman Mendengarkan Orang Tua
Dengan adanya profil terpisah untuk anak, rekomendasi musik orang tua tidak akan tercampur lagi. Ini artinya, daftar putar harian maupun Spotify Wrapped tahunan akan lebih akurat mencerminkan selera pribadi orang tua—kecuali anak terus memaksa memutar lagu favorit mereka di mobil.
Cara Membuat Akun Terkelola untuk Anak
Proses pembuatan akun cukup sederhana. Buka menu dari layar utama aplikasi Spotify, lalu ketuk Add account > Add a child under 13/create a managed account. Setelah itu, akan muncul layar penjelasan tentang apa itu akun terkelola. Ketuk Continue, lalu pengguna bisa memilih apakah ingin mengaktifkan video atau konten eksplisit sebelum akun benar-benar aktif.
Fitur ini belum diumumkan ketersediaannya untuk pasar Indonesia. Namun, dengan pola perluasan yang dilakukan Spotify ke berbagai kawasan, bukan tidak mungkin fitur serupa menjangkau pengguna di Asia Tenggara dalam waktu dekat.