KALIMANTAN BARAT — Pasar mobil bekas Indonesia punya segmen yang tak pernah sepi peminat: city car dan LCGC 1000 cc. Biaya operasional rendah, pajak murah, dan mudah diparkir di perkotaan membuat model-model ini tetap relevan meski usianya sudah belasan tahun. Dari data yang dihimpun dari platform jual-beli, setidaknya ada delapan model yang masih layak diincar dengan rentang harga Rp35 juta hingga Rp120 juta.
Dua model Suzuki ini jadi entry point termurah. Suzuki Katana, SUV klasik dengan mesin 970 cc, dibanderol Rp35-60 juta tergantung kondisi. Mesinnya sederhana, transmisi manual 5-percepatan, dan suspensinya terkenal kuat. Cocok untuk yang suka modifikasi atau butuh mobil tangguh di jalan rusak.
Karimun Kotak—generasi pertama Karimun—juga masih diburu. Mesin 970 cc yang sama, kabin luas, dan posisi duduk nyaman. Harga bekasnya Rp40-70 juta. Spare part melimpah, biaya servis murah. Kekurangannya jelas: fitur keselamatan minim dan usia sudah di atas 15 tahun.
Untuk yang ingin naik kelas sedikit, Kia Picanto generasi awal (Rp45-75 juta) menawarkan handling lincah dan kabin nyaman. Mesin 999 cc, transmisi manual dan otomatis tersedia. Fiturnya lebih lengkap ketimbang kompetitor Jepang seangkatannya.
Chevrolet Spark (Rp45-70 juta) juga jadi alternatif. Mesin 995 cc, radius putar kecil, dan konsumsi BBM efisien. Desainnya masih terlihat modern untuk ukuran mobil awal 2010-an. Tapi perlu diingat, jaringan servis Chevrolet tidak selebar Suzuki atau Toyota.
Trio LCGC ini mendominasi segmen mobil bekas 1000 cc. Toyota Agya (Rp80-120 juta) dan Daihatsu Ayla (Rp75-115 juta) berbagi platform dan mesin 998 cc 3 silinder. Konsumsi BBM 18-23 km/liter, biaya servis murah, suku cadang di mana-mana. Varian 2015-2019 jadi incaran utama.
Suzuki Karimun Estilo (Rp45-80 juta) punya keunggulan headroom lega dan mesin 993 cc 4 silinder yang lebih halus. Sayangnya, konsumsi BBM agak kalah irit: 13-17 km/liter. Tapi untuk ukuran mobil mungil, kabinnya terasa lapang.
Yang paling modern dari daftar ini adalah Suzuki S-Presso produksi 2021 ke atas. Harganya Rp90-115 juta. Mesin 998 cc 3 silinder, tenaga 67 dk, konsumsi BBM 19-22 km/liter. Ground clearance tinggi, dual airbags, ABS, dan head unit layar sentuh pada varian tertentu. Transmisi AGS jadi catatan—beberapa pemilik mengeluhkan respons yang agak lambat.
Moladin menyarankan calon pembeli menggunakan jasa inspeksi independen seperti MoInspeksi untuk mengecek kondisi mesin, kaki-kaki, kelistrikan, dan riwayat tabrakan. Catatan servis berkala juga penting—mobil yang rutin dirawat di bengkel resmi biasanya lebih terawat. Jangan tergiur harga murah tanpa pengecekan fisik.