LANDAK — Danramil 1210-02/Mempawah Hulu Peltu Erwin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) menggelar rapat koordinasi di Ruang Kerja Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Sabtu (22/8/2026). Pertemuan ini digelar sebagai langkah antisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi cuaca kemarau yang meningkatkan risiko.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Mempawah Hulu Buyung, S.Pd., M.A.P., Kapolsek Mempawah Hulu IPTU Freddy S.P., S.H., M.H., serta personel Koramil dan Polsek setempat. Mereka sepakat memperkuat sinergitas antarinstansi untuk mencegah Karhutla sejak dini.
Dalam koordinasi itu, Forkopincam membahas sejumlah langkah konkret. Salah satunya adalah peningkatan pemantauan wilayah yang rawan terbakar, terutama area perkebunan dan lahan kosong yang kerap dijadikan lokasi pembukaan lahan dengan cara membakar.
Selain itu, jajaran TNI-Polri dan kecamatan akan gencar menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Sosialisasi ini menyasar para petani dan pemilik lahan agar tidak membuka lahan dengan metode bakar yang berpotensi memicu kebakaran besar.
Peltu Erwin menegaskan jajaran Koramil siap bersinergi dalam monitoring wilayah dan edukasi publik. "Kami siap melakukan penanganan awal sesuai tugas dan kewenangan masing-masing apabila ditemukan indikasi kebakaran," ujarnya.
Forkopincam Mempawah Hulu juga menyepakati percepatan penanganan jika ditemukan titik api maupun kepulan asap. Komunikasi dan pertukaran informasi akan dipercepat antarinstansi agar respons di lapangan lebih cepat.
Masyarakat di Kecamatan Mempawah Hulu turut diimbau berperan aktif dalam pencegahan. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan kepada aparat terdekat apabila melihat titik api atau kepulan asap di lingkungannya.
Melalui sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini. Dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga di wilayah Mempawah Hulu pun bisa diminimalkan.