Proyek SPAM dan IPA Tirta Raya Kubu Raya Senilai Rp89 Miliar Digarap, Target 8.000 Sambungan Rumah Baru

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:57:31 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau lokasi groundbreaking proyek SPAM dan IPA Tirta Raya senilai Rp89 miliar di Sungai Raya, Senin (24/8/2026).

KUBU RAYA — Kontrak pengerjaan dua paket proyek strategis itu telah diteken pada Mei dan Juni 2026 lalu. Nilai investasi terbesar ada pada pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan SPAM yang mencapai Rp58 miliar lebih, sementara peningkatan kapasitas IPA SPAM Arang Limbung dialokasikan dana sebesar Rp29,5 miliar lebih.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Ia meminta kontraktor pelaksana untuk bekerja sesuai aturan dan spesifikasi yang telah ditentukan, tanpa mengorbankan ketepatan waktu penyelesaian.

Kapasitas Produksi Air Bersih Bertambah 100 Liter per Detik

Peningkatan IPA di SPAM Arang Limbung akan menambah kapasitas produksi sebesar 2×50 liter per detik atau total 100 liter per detik. Sujiwo menyebut tambahan kapasitas ini merupakan jawaban atas persoalan klasik keterbatasan pasokan air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi hak masyarakat. Masyarakat menunggu air bersih seperti menunggu setetes air di tengah gurun. Karena itu saya minta pekerjaan ini dipercepat, tentu tanpa mengabaikan kualitas,” ujarnya saat groundbreaking pada Senin (24/8/2026).

Dengan tambahan produksi tersebut, target cakupan layanan air minum di kabupaten ini diharapkan meningkat menjadi 23 persen. Selama 19 tahun berdiri, sebagian besar warga Kubu Raya memang belum pernah menikmati air ledeng dari perusahaan daerah.

8.000 Sambungan Rumah Baru untuk Sungai Raya

Direktur Perumdam Tirta Raya, Hermawan, mengatakan proyek pembangunan SPAM ini akan difokuskan untuk memperluas layanan di Kecamatan Sungai Raya. Jaringan perpipaan baru akan menjangkau kawasan Wonodadi II dan Sungai Raya Dalam yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

“Setelah proyek selesai, pelayanan air bersih akan semakin optimal. Bahkan Bandara Supadio juga telah berkomunikasi dengan kami untuk penambahan sambungan air bersih,” jelasnya.

Selain dua kawasan tersebut, peningkatan layanan juga akan menyasar sejumlah permukiman padat seperti Komplek Kapuas dan Komplek Sakura. Total ada sekitar 8.000 sambungan rumah (SR) baru yang akan terpasang untuk memenuhi kebutuhan warga.

Kebutuhan Air Bersih di Kalbar Dinilai Sangat Mendesak

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menilai persoalan kebutuhan air bersih di Kalimantan Barat merupakan hal yang sangat mendesak dan membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat. Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan infrastruktur air bersih paling tinggi.

“Kebutuhan air bersih di Kalimantan Barat ini sangat urgen. Salah satu contoh di Kabupaten Kubu Raya. Pemerintah pusat harus peduli dengan hal ini, karena ini adalah salah satu solusi membuat masyarakat sejahtera,” tegas Lasarus.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan sarana dan prasarana air bersih harus terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Hermawan berharap proyek strategis yang dibiayai melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan permukiman dan iklim investasi di Kabupaten Kubu Raya. Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan tuntas dalam 480 hari kalender.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: berkatnewstv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top