Rusia Umumkan Prabowo Jadi Tamu Utama Forum EEF, Bakal Bertemu Putin 3 September

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:23:01 WIB
Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2025.

KALIMANTAN BARAT — Undangan ini menegaskan posisi Indonesia di peta geopolitik kawasan Asia-Pasifik yang kian diperhitungkan Moskow di tengah isolasi Barat. Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berlangsung di sela-sela forum pada 3 September.

Jadwal Pertemuan Puncak di Sela Forum

Ushakov merinci bahwa sesi pleno EEF akan dihadiri sejumlah pemimpin kawasan, termasuk Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang. Kehadiran para pejabat tinggi ini menjadikan EEF edisi ke-11 sebagai salah satu forum ekonomi dengan partisipasi politik terpadat tahun ini.

"Pada kesempatan kali ini, Presiden Indonesia Bapak Subianto akan menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum ke-11," ujar Ushakov kepada para wartawan.

Posisi Strategis RI di Tengah Ketegangan Global

Keterlibatan Indonesia dalam forum yang digagas Kremlin ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan luar negeri bebas-aktif yang dijalankan Prabowo. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan baru di Jakarta secara konsisten membangun hubungan pragmatis dengan berbagai blok kekuatan, termasuk Rusia dan China, tanpa meninggalkan kemitraan tradisional dengan negara-negara Barat.

Bagi Moskow, kehadiran Prabowo sebagai tamu utama memberikan legitimasi politik bahwa forum ekonomi di kawasan Timur Jauh Rusia tetap relevan di mata negara-negara berkembang. Hal ini menjadi sinyal diplomatik tersendiri di tengah upaya isolasi internasional terhadap Rusia.

Agenda Ekonomi yang Dipertaruhkan

Eastern Economic Forum selama ini menjadi etalase Rusia untuk menarik investasi asing ke kawasan Siberia dan Timur Jauh. Sejak pertama digelar pada 2015, forum ini berhasil mengumpulkan komitmen investasi miliaran dolar, khususnya dari mitra-mitra Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Bagi Indonesia, partisipasi Prabowo di forum ini membuka peluang diplomasi ekonomi langsung dengan investor Rusia di sektor energi, infrastruktur, dan teknologi. Meski nilai perdagangan bilateral RI-Rusia masih relatif kecil dibandingkan mitra dagang utama lainnya, potensi kerja sama di bidang ketahanan pangan dan energi dinilai memiliki ruang tumbuh yang signifikan.

Dinamika Politik Luar Negeri Indonesia

Langkah Prabowo menerima undangan ini menarik dicermati karena terjadi hanya beberapa pekan setelah Indonesia menegaskan komitmennya terhadap tatanan dunia yang inklusif. Posisi Indonesia yang konsisten menolak tekanan untuk memihak dalam konflik Rusia-Ukraina membuat hubungan kedua negara tetap berjalan normal.

Ushakov sendiri tidak merinci substansi pembicaraan yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Putin. Namun, pengamat hubungan internasional menilai isu kerja sama energi dan posisi Indonesia dalam rantai pasok global kemungkinan besar menjadi topik utama pembahasan kedua kepala negara.

Forum EEF di Vladivostok sendiri dikenal sebagai ajang di mana Rusia memamerkan potensi ekonominya yang berorientasi ke Asia. Dengan kehadiran Prabowo, Indonesia menempatkan diri di barisan depan dialog ekonomi kawasan yang sedang bergeser porosnya ke Asia Timur.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top