Dejan-Apriyani Bangkit dari Gim Pertama, Lolos ke Final Pontianak International Challenge 2026

Penulis: Nurul Huda  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:14:02 WIB
Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu melaju ke final Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah menaklukkan wakil Chinese Taipei dengan skor 11-21, 21-10, 21-10.

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu, memastikan tempat di partai puncak Polytron Pontianak International Challenge 2026. Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8), pasangan ini menaklukkan wakil Chinese Taipei, Bo-Yuan Chen-Yan Fei Chen, dengan skor 11-21, 21-10, 21-10.

PONTIANAK — Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu mengaku butuh waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan pada gim pertama. Mereka sempat tertinggal jauh 11-21 sebelum akhirnya menemukan pola permainan yang tepat. "Di gim pertama, kondisi bola terasa agak berat dan serangan lawan cukup kuat. Kami butuh adaptasi lebih dulu," ujar Dejan seusai laga di Pontianak, Sabtu (29/8).

Instruksi Pelatih yang Mengubah Jalannya Pertandingan

Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia mendapat arahan khusus dari pelatih untuk mengubah strategi. Instruksi utamanya adalah menghindari permainan lob panjang yang memberi ruang bagi lawan untuk melancarkan serangan. "Kami sudah antisipasi dan lebih siap menghadapi serangan lawan. Pelatih meminta kami bermain tanpa lob panjang, dan strategi itu terbukti efektif," kata Dejan. Perubahan pola permainan ini langsung terlihat hasilnya. Dejan-Apriyani mampu mendominasi dua gim berikutnya dengan skor identik 21-10.

Kok Lambat, Apriyani Akui Sempat Kehilangan Feeling

Apriyani Rahayu menambahkan, faktor kok yang terasa lambat menjadi kendala utama di awal pertandingan. Hal ini membuat mereka kesulitan menemukan ritme permainan yang diinginkan. "Kami merasa kok-nya agak lambat, jadi di gim pertama belum dapat feeling-nya," ungkap Apriyani.

Persiapan Menuju Partai Puncak

Dengan kemenangan ini, Dejan-Apriyani tinggal selangkah lagi menuju gelar juara. Apriyani menegaskan bahwa waktu yang ada akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pemulihan kondisi fisik dan menjaga kesiapan mental. Turnamen Polytron Pontianak International Challenge 2026 berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 dan masuk dalam kalender resmi Badminton World Federation (BWF). Ajang ini memperebutkan total hadiah 20 ribu dolar AS dan diikuti atlet dari 17 negara, termasuk Indonesia, Cina Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, dan Inggris.
Reporter: Nurul Huda
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top