IHSG Dibuka Naik ke 6.688, TOWR hingga ANTM Jadi Pilihan Hari Ini

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 10 September 2026 | 10:20:01 WIB
IHSG dibuka menguat ke level 6.688 pada perdagangan pagi ini.

KALIMANTAN BARATJakarta — Penguatan IHSG pagi ini turut diikuti kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 naik 1,96 poin atau 0,30 persen ke posisi 666,21. Pergerakan tersebut menandakan minat beli masih menyasar saham-saham berkapitalisasi besar, meski indeks secara keseluruhan belum berhasil menembus resistance 6.700.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,12 persen ke level 6.678. Pelemahan itu dinilai lebih dipengaruhi aksi ambil untung setelah penguatan di sesi sebelumnya, bukan karena perubahan fundamental pasar.

Level 6.700 Masih Jadi Tembok Penghalang

Level psikologis 6.700 kembali menjadi ujian bagi IHSG. Indeks sempat mengalami rejection di area tersebut, sehingga pelaku pasar menahan posisi untuk melihat apakah ada katalis baru yang cukup kuat untuk menembusnya.

Sentimen eksternal masih bergerak campuran. Eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi perhatian karena berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia. Di sisi lain, penguatan komoditas seperti batu bara dan tembaga justru menjadi katalis positif bagi saham-saham berbasis komoditas.

Dari dalam negeri, kepercayaan konsumen Indonesia tercatat naik ke level 118,5 pada Agustus. Angka ini memberi sinyal bahwa daya beli masyarakat masih terjaga di tengah ketidakpastian global.

Proyeksi IHSG: Konsolidasi di 6.600–6.720

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi. Rentang pergerakan indeks diperkirakan berada di 6.600–6.720, dengan support terdekat di 6.600 dan resistance di 6.700.

Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.600, peluang indeks untuk kembali menguji level 6.700 masih terbuka. Namun, pergerakan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan harga komoditas, khususnya minyak dan batu bara.

Investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi. Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada data Retail Sales Indonesia Juli yang diperkirakan berada di level -3,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Sementara dari Amerika Serikat, data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) yang dirilis pekan ini akan menjadi perhatian pasar. Data inflasi AS penting karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Tiga Saham yang Bisa Dicermati

Di tengah kondisi IHSG yang masih berpotensi konsolidasi, ada tiga saham yang menjadi pilihan analis:

  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) — emiten menara telekomunikasi yang dianggap punya pendapatan berulang dan relatif tahan terhadap gejolak pasar.
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) — emiten batu bara yang diuntungkan oleh penguatan harga komoditas energi.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) — emiten pertambangan yang mendapat katalis dari kenaikan harga tembaga dan logam industri lainnya.

Ketiga saham tersebut mewakili sektor yang berbeda, sehingga investor bisa menyesuaikan pilihan dengan profil risiko masing-masing. Saham komoditas seperti PTBA dan ANTM lebih sensitif terhadap pergerakan harga global, sedangkan TOWR cenderung lebih stabil karena berbasis pendapatan jangka panjang.

Penutup: Pergerakan IHSG hari ini akan menjadi penentu apakah indeks mampu keluar dari fase konsolidasi atau kembali menguji support 6.600. Bagi investor, mencermati data ekonomi dan perkembangan global menjadi kunci sebelum mengambil posisi.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top