KETAPANG — Aksi sosial PT NAA menyasar dua titik keramaian kota yang masih ramai aktivitas warga meski kabut asap menyelimuti. Selain paket untuk masyarakat umum, perusahaan menyerahkan 150 bungkus roti dan minuman kepada petugas pemadam kebakaran yang tengah melakukan pendinginan lahan di Jalan Pelang-Tumbang Titi.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lapangan tanpa upacara serah terima. Petugas Damkar menerima pasokan makanan dan minuman di sela-sela proses pendinginan yang berlangsung sejak pagi.
Bantuan yang dibagikan pada Jumat (25/9/2026) merupakan bagian dari program NOVA PEDULI API yang sudah berjalan sejak Juli 2026. Sebelumnya, PT NAA menyalurkan 50 bungkus makanan siap saji kepada satgas Damkar melalui BPBD sejak 7 September 2026.
Pada 17 September 2026, perusahaan juga mengirim 6.600 liter air bersih ke Desa Kali Nilam. Pasokan air itu untuk memenuhi kebutuhan warga di tengah kemarau panjang yang sudah berlangsung hampir tiga bulan.
Kemarau panjang memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan di Ketapang. Pemkab Ketapang sudah menetapkan status tanggap darurat karhutla sebagai dasar penanganan di sejumlah wilayah.
Koordinator PR-NAA, Nikolaus Ridiono, menyebut petugas pemadam sebagai pihak yang paling dekat dengan risiko panas dan asap. Menurutnya, dukungan ke mereka tidak bisa ditunda.
"Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang sedang dihadapi Ketapang, masyarakat dan petugas di lapangan tidak sendirian," kata Nikolaus.
"Karena itu kami ingin mengambil bagian sesuai kemampuan kami untuk memberikan dukungan," ujarnya.
Kabut asap yang menutup jarak pandang membuat masker berubah dari perlengkapan opsional menjadi kebutuhan harian warga Ketapang. Pembagian 250 paket di dua simpang utama kota menyasar warga yang tetap beraktivitas di luar ruang.
Paket berisi masker, makanan ringan, dan minuman itu dibagikan tanpa syarat administrasi. Warga yang melintas di Simpang Empat RSUD Agoesdjam dan Simpang Empat Taman Kota/Kantor Bupati bisa langsung menerima bantuan.
Nikolaus menilai penanganan karhutla tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan petugas lapangan. Keterlibatan warga dinilai menentukan apakah titik api baru muncul atau tidak.
"Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Bukan hanya pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga masyarakat," katanya.
PT NAA mengajak warga Ketapang menahan diri dari aktivitas yang berpotensi memicu titik api, terutama membuka lahan dengan cara membakar. Hingga kini, status tanggap darurat karhutla di Ketapang masih berlaku seiring kemarau yang belum menunjukkan tanda berakhir.