Cristiano Ronaldo Diminta Akhiri Karier Timnas Portugal, Generasi Emas Siap Tanpa Dia

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 15:20:01 WIB
Cristiano Ronaldo saat membela timnas Portugal dalam laga internasional.

KALIMANTAN BARAT — Cristiano Ronaldo dinilai sudah waktunya mengakhiri karier internasionalnya bersama Portugal. Tiga kemenangan beruntun tanpa dirinya di Nations League, termasuk atas Norwegia, memperkuat alasan bahwa generasi baru Portugal mampu melaju tanpa sang megabintang.

Perdebatan soal masa depan Ronaldo di timnas Portugal kembali mencuat setelah Portugal meraih kemenangan ketiga berturut-turut tanpa dirinya. Kemenangan atas Norwegia di Estadio do Dragao memastikan Portugal lolos ke perempat final dari grup yang dihuni Denmark, Wales, dan Norwegia.

Ronaldo kini berusia 41 tahun. Kemampuan atletik dan mobilitasnya yang dulu menjadi senjata utama sudah tidak lagi sama. Dalam kondisi seperti itu, kehadirannya di starting XI disebut-sebut menghambat tim secara psikologis maupun taktik.

Tiga Kemenangan Tanpa Ronaldo Buktikan Portugal Mampu Melaju

Keputusan pelatih Jorge Jesus menurunkan skuad tanpa Ronaldo membuahkan hasil nyata. Portugal tampil lebih cair dan dinamis dalam tiga laga terakhir. Hasil ini sekaligus memperkuat posisi Jesus yang sempat dipertanyakan karena berani mengambil langkah tegas terhadap ikon timnas.

Daftar pemain yang tersedia untuk Portugal memang melimpah. Diogo Costa, Nuno Mendes, Joao Cancelo, Joao Palhinha, Joao Felix, Bruno Fernandes, Ruben Dias, Vitinha, dan Goncalo Ramos menjadi starter saat melawan Norwegia. Dari bangku cadangan, Ruben Neves, Trincao, dan Bernardo Silva masuk untuk menambah daya gedor.

Yang tidak dimainkan pun tak kalah bergengsi: Pedro Neto, Rafael Leao, dan Joao Neves, gelandang Paris Saint-Germain yang baru saja meraih dua gelar juara Eropa berturut-turut.

Bruno Fernandes Serukan Persatuan di Tengah Perpecahan Penggemar

Isu Ronaldo membelah publik Portugal. Media-media terkemuka di sana mencatat opini terbelah nyaris 50-50 soal apakah sang kapten masih layak memperkuat timnas. Banyak yang belum bisa melupakan Piala Dunia musim panas lalu, ketika fokus pada Ronaldo justru mengganggu performa tim.

Bruno Fernandes berusaha meredam ketegangan. Kapten Portugal itu meminta publik tidak saling berhadapan hanya karena perbedaan pandangan soal Ronaldo.

"Yang saya minta adalah agar negara ini tidak terpecah, tidak memilih-milih, dan menghormati semua pihak," kata Fernandes sebelum laga melawan Norwegia.

"Cris selalu menjadi ikon terbesar timnas kami. Dia layak mendapatkan rasa hormat dari semua orang, terlepas dari siapa yang menyukainya lebih atau kurang," ujarnya menambahkan.

Warisan 146 Gol dan Jalan Perpisahan yang Layak

Ronaldo meninggalkan jejak yang nyaris mustahil disamai: 146 gol dalam 234 penampilan bersama Portugal. Lima Ballon d'Or, lima Liga Champions, dan gelar juara di Inggris, Spanyol, serta Italia melengkapi perjalanan kariernya. Dari latar belakang sederhana di Madeira, ia membangun karier yang membuatnya pantas berbangga.

Namun kebanggaan bisa berujung pada kejatuhan. Keengganan untuk berhenti memang menjadi ciri banyak atlet hebat. Mereka percaya situasi apa pun bisa dibalik, sekalipun tampak mustahil.

Sifat itu pula yang dulu membuat Sir Alex Ferguson terkesan saat memboyong Ronaldo berusia 18 tahun dari Sporting. Dalam laga persahabatan peresmian Estadio Jose Alvalade, pemuda itu mempermalukan bek-bek Manchester United dengan kecepatan dan kelincahan satu lawan satu.

Kini, dengan 21 gol lagi menuju milestone 1.000 gol karier, Ronaldo bisa menutup sebagian besar dari jumlah itu bersama Al-Nassr. Laga kandang melawan Denmark pada 14 November di Braga, atau pertandingan persahabatan di Jose Alvalade tahun depan, disebut sebagai momen ideal untuk memberi perpisahan yang layak bagi sang legenda.

Portugal punya generasi emas baru yang tumbuh besar mengagumi Ronaldo. Sudah saatnya mereka diberi ruang penuh untuk mengejar kejayaan tanpa bayang-bayang sang ikon.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top