PONTIANAK — Pengukuhan itu dihadiri jajaran pengurus APPSI dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Ria Norsan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Ia menekankan bahwa kekompakan menjadi penentu utama apakah organisasi bisa berjalan atau tidak.
"Hal pertama dalam organisasi adalah kekompakan. Kekompakan menentukan maju tidaknya organisasi," ujar Ria Norsan dalam sambutannya.
Menurut Ria Norsan, kebersamaan dan musyawarah dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pedagang pasar. Pengurus APPSI diharapkan membangun komunikasi terbuka, baik di internal organisasi maupun dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain.
Ia menilai APPSI punya posisi strategis sebagai wadah pedagang yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Lewat organisasi itu, persoalan yang dihadapi pedagang bisa dihimpun dan disampaikan kepada pihak terkait untuk dicarikan solusi.
"Harapan pedagang sederhana, mereka bisa berdagang dengan aman, nyaman, dan mendapatkan keuntungan yang layak," kata Ria Norsan.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Gubernur mendorong pengurus APPSI aktif mendatangi pasar-pasar tradisional di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Langkah itu dinilai penting untuk mendengarkan aspirasi pedagang dan mengidentifikasi kendala di lapangan.
Hasil temuan dari kunjungan langsung itu diharapkan disampaikan kepada pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing. Dengan komunikasi yang terbangun berkelanjutan, penanganan persoalan perdagangan tidak hanya dilakukan ketika masalah muncul, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan koordinasi sejak dini.
Ria Norsan menegaskan pasar tradisional memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Selain menjadi tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasar tradisional merupakan ruang usaha bagi pelaku UMKM.
Pasar tradisional juga menjadi bagian penting dalam rantai distribusi barang dan kebutuhan pokok. Karena itu, penguatan organisasi pedagang perlu diikuti dengan sinergi bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Koordinasi tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi persoalan di pasar, menjaga kelancaran distribusi barang, serta mendukung ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Melalui kepengurusan yang baru, APPSI Kalimantan Barat diharapkan semakin aktif menjalankan fungsi representasi dan penyaluran aspirasi pedagang. Organisasi ini juga diharapkan menjadi mitra dialog pemerintah dalam mendorong pengelolaan pasar yang lebih baik.
Iklim perdagangan yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat menjadi target akhir dari penguatan kepengurusan tersebut. Prosesi pengukuhan sendiri ditutup dengan penyerahan pataka yang disaksikan Gubernur bersama jajaran pengurus APPSI dari berbagai daerah.