BNI Salurkan 8.000 Liter Air Bersih dan 400 Nasi untuk Korban Banjir Padang

Penulis: Luqman Arif  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:52:01 WIB
Warga terdampak banjir Padang menerima bantuan air bersih dan nasi siap konsumsi dari BNI.

KALIMANTAN BARAT — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, berupa 8.000 liter air bersih, 400 bungkus nasi siap konsumsi, dan paket kebutuhan dasar melalui program BNI Berbagi. Bantuan menyasar 672 pengungsi di Kecamatan Kuranji dan 459 kepala keluarga di Koto Tangah yang rumahnya terendam. Penyaluran dilakukan bersama pemerintah daerah dan BPBD setempat agar tepat sasaran.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan penyaluran bantuan mengacu pada kebutuhan riil warga berdasarkan informasi dari Sekretaris Daerah dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang. Koordinasi dengan pemerintah daerah dilakukan agar bantuan tidak tumpang tindih dan bisa langsung dimanfaatkan.

"BNI turut prihatin atas kondisi yang dialami masyarakat terdampak banjir di Padang. Kami berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan warga dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Ribuan Warga Mengungsi, Sebagian Bertahan di Masjid

Data sementara mencatat 672 warga mengungsi di tiga lokasi di Kecamatan Kuranji. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, sebanyak 459 kepala keluarga terdampak banjir, mencakup Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Lubuk Minturun.

Sebagian pengungsi menempati masjid, sisanya tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat. Kondisi ini membuat kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut menjadi prioritas utama pada masa tanggap darurat.

Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak

Selain 400 bungkus nasi siap konsumsi, BNI mengirim satu tangki berkapasitas 8.000 liter air bersih untuk mendukung kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga. Pasokan air bersih kerap menjadi masalah utama pascabanjir karena sumber air warga tercemar lumpur dan limbah.

Paket kebutuhan dasar lain yang disalurkan meliputi air mineral, selimut, mi instan, beras, minyak goreng, dan telur. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan harian warga yang kehilangan akses ke dapur dan tempat tinggal layak.

BNI Pantau Kebutuhan Lanjutan

Okki menegaskan BNI akan terus memantau perkembangan situasi bersama pemerintah daerah dan BPBD untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan. Menurutnya, kebutuhan warga bisa berubah seiring kondisi di lapangan.

"Kebutuhan masyarakat dapat berkembang seiring dengan kondisi yang dihadapi. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan dapat membantu meringankan beban warga selama masa tanggap darurat," kata Okki.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi. BNI juga menegaskan posisinya sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia yang menjalankan peran sosial di tengah masyarakat, termasuk saat kondisi darurat dan bencana.

Bagi warga Padang yang masih bertahan di pengungsian, bantuan pangan dan air bersih dari BNI memberi ruang napas selama proses pemulihan berjalan. Kecepatan respons lembaga keuangan negara seperti BNI di masa tanggap darurat menjadi penentu seberapa cepat warga bisa kembali ke rumah masing-masing.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top