KALIMANTAN BARAT — Tesla merilis foto resmi pertama Roadster generasi kedua yang mengusung bodi berbentuk wedge atau baji, terinspirasi dari pesawat Lockheed SR-71 Blackbird. Peluncuran gambar ini jadi penampakan perdana model yang sudah lama dinanti sejak diumumkan beberapa tahun lalu. Foto-foto tersebut memperlihatkan Roadster dari berbagai sudut eksterior, meski spesifikasi teknis dan harga belum diungkap.
Tesla akhirnya membuka tabir Roadster generasi kedua lewat serangkaian foto resmi yang dirilis ke publik. Gambar-gambar tersebut menampilkan model dari berbagai sudut eksterior, memberi gambaran utuh soal bahasa desain yang dipakai pabrikan asal Amerika Serikat itu.
Ini menjadi penampakan resmi pertama setelah Roadster generasi baru sempat lama absen dari panggung produksi. Model sebelumnya, yang diproduksi 2008 hingga 2012, menjadi tonggak awal Tesla di segmen mobil listrik performa tinggi.
Siluet Roadster terbaru mengadopsi bentuk baji dengan garis atap rendah dan moncong meruncing ke depan. Proporsi itu disebut mengambil inspirasi dari Lockheed SR-71 Blackbird, pesawat pengintai strategis milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang terkenal karena kecepatannya.
Pilihan referensi desain ini sejalan dengan posisi Roadster sebagai model paling ekstrem di jajaran Tesla. Pesawat Blackbird dikenal sebagai salah satu kendaraan berawak tercepat yang pernah terbang, sebuah asosiasi yang tampaknya ingin ditempelkan Tesla ke mobil listriknya.
Rilisan kali ini fokus pada tampilan luar. Tesla menyediakan sejumlah gambar yang memperlihatkan Roadster dari sudut depan, samping, dan belakang, cukup untuk membaca garis bodi secara keseluruhan.
Meski begitu, pabrikan belum menyertakan foto interior dalam rilis yang sama. Tesla memisahkan bagian interior ke unggahan terpisah, sehingga detail kabin masih belum bisa dinilai dari materi yang beredar saat ini.
Sampai materi ini dirilis, Tesla tidak mencantumkan angka performa, kapasitas baterai, maupun harga jual Roadster generasi kedua. Klaim soal sistem pendorong atau thruster yang sempat disebut-sebut pada pengumuman awal juga belum dijelaskan ulang secara teknis.
Ketidakjelasan ini bukan hal baru. Roadster generasi baru sudah lama berada dalam status "segera hadir" tanpa tanggal produksi pasti, sehingga kemunculan foto resmi ini jadi sinyal bahwa proyek tersebut masih berjalan.
Roadster menempati posisi puncak di jajaran Tesla, di atas Model S, Model 3, Model X, dan Model Y yang jadi tulang punggung penjualan. Model ini bukan produk volume, melainkan alat menunjukkan kemampuan teknis pabrikan.
Bagi pasar Indonesia, Roadster kemungkinan besar tidak akan dijual massal. Model seperti ini biasanya masuk lewat jalur importir umum atau kolektor, mengingat segmen mobil listrik dua pintu berperforma tinggi masih sangat kecil di dalam negeri.
Setelah foto eksterior, langkah berikutnya yang wajar dinantikan adalah peluncuran gambar interior dan data teknis resmi. Dua hal itu yang bakal menentukan apakah Roadster generasi kedua benar-benar bisa masuk produksi sesuai janji, atau kembali mundur seperti sebelumnya.
Tesla sendiri belum memberi keterangan soal jadwal produksi maupun pengiriman unit ke konsumen. Sampai ada pengumuman resmi berikutnya, foto-foto ini masih jadi satu-satunya acuan soal wujud akhir Roadster terbaru.