KALIMANTAN BARAT — Komite Disiplin PSSI menjatuhkan denda Rp50 juta kepada pemain Persib Bandung, Luca Menalo, akibat menendang papan iklan LED hingga rusak dan memecahkan kaca pintu ruang ganti di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Sanksi ini mencuat setelah Menalo sebelumnya sempat mendapat apresiasi Bobotoh berkat aksinya di laga kompetisi Asia melawan Chong Viettel FC.
Komdis PSSI menilai tindakan itu melanggar ketentuan disiplin kompetisi dan layak dikenai sanksi finansial. Nominal denda yang disebut mencapai Rp50 juta, meski rincian resmi seperti tanggal penetapan dan nomor putusan masih perlu merujuk dokumen Komdis.
Sebelum kasus ini mencuat, nama Menalo sempat mencuri perhatian lewat penampilannya sebagai pemain pengganti saat Persib menghadapi Chong Viettel FC. Masuk dari bangku cadangan, ia menambah opsi serangan bagi lini depan Maung Bandung.
Salah satu aksinya menghasilkan peluang berbahaya lewat tendangan cungkil atau chip shot. Namun kiper lawan mampu menggagalkan upaya tersebut sehingga tidak berbuah gol.
Kendati gagal mencetak skor, kontribusi Menalo mendapat respons positif dari suporter. Usai pertandingan, Bobotoh terdengar meneriakkan namanya, dan pemain itu membalas dengan tepuk tangan ke arah tribun.
Kasus Menalo menjadi perhatian karena pertandingan sepak bola tidak hanya soal hasil di lapangan. Kepatuhan terhadap aturan dan penghormatan pada fasilitas penyelenggara juga menjadi bagian dari penilaian disiplin.
Sanksi finansial semacam ini lazim muncul ketika tindakan pemain dinilai melanggar ketentuan kompetisi. Bagi Persib, insiden tersebut menjadi pengingat soal pentingnya pengendalian emosi pemain, terutama di laga bertensi tinggi.
Tekanan akibat hasil pertandingan, keputusan wasit, maupun situasi di lapangan kerap memicu reaksi berlebihan. Namun respons setelah peluit akhir tetap harus berada dalam batas yang diperbolehkan regulasi.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persib maupun Menalo terkait sanksi tersebut. Detail lengkap keputusan Komdis PSSI, termasuk kemungkinan banding, masih menunggu dokumen resmi yang dirilis federasi.