Pencarian

Bank Mandiri Pasang ATM Emas di 28 Titik, Cetak Logam Mulia via Livin'

Jumat, 16 Oktober 2026 • 15:20:01 WIB
Bank Mandiri Pasang ATM Emas di 28 Titik, Cetak Logam Mulia via Livin'
Nasabah mencetak logam mulia fisik melalui ATM Emas Bank Mandiri yang terintegrasi dengan Livin' by Mandiri.

KALIMANTAN BARAT — Bank Mandiri menyediakan layanan pengambilan emas fisik melalui ATM Emas yang terintegrasi dengan Livin' by Mandiri di 28 titik di Indonesia. Fasilitas ini melengkapi ekosistem bulion perseroan setelah memperoleh lisensi kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nasabah kini bisa mengonversi saldo emas digital menjadi logam mulia batangan tanpa harus mengunjungi kantor cabang.

Bank Mandiri resmi mengoperasikan ATM Emas yang memungkinkan nasabah pemilik Tabungan Emas mencetak logam mulia fisik secara mandiri. Regional CEO Region V Jakarta 3 Bank Mandiri Midian Samosir menyatakan layanan tersebut telah tersedia di 28 titik di berbagai wilayah Indonesia, dengan konsentrasi di kawasan Jabodetabek.

Sejumlah lokasi yang melayani fitur ini antara lain Bank Mandiri KC Jakarta Sudirman, KC Jakarta Fatmawati, KC Jakarta Wisma Danantara Indonesia, KC Depok Margonda, KC Bogor Juanda, KCP Jakarta Mall Kota Kasablanka, dan KCP Jakarta Pondok Indah Mall 2. Pengambilan emas fisik juga masih bisa dilakukan melalui jaringan kantor cabang yang ditunjuk.

Lisensi Bulion Pertama untuk Bank Konvensional

Kehadiran ATM Emas memperkuat ekosistem bulion Bank Mandiri setelah perseroan mengantongi lisensi kegiatan usaha bulion dari OJK. Bank Mandiri tercatat sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang memegang izin layanan emas tersebut.

Lisensi ini membuka ruang bagi perseroan untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas lewat layanan perbankan yang terintegrasi, tidak lagi terbatas pada pembelian di toko emas atau platform perdagangan logam mulia.

Cara Kerja dan Biaya Awal

Nasabah yang sudah memiliki Tabungan Emas cukup membuka menu Ambil Emas di aplikasi Livin' by Mandiri, memilih opsi pengambilan lewat ATM, lalu memindai kode QR pada mesin. Setelah itu, nasabah mengikuti instruksi di layar untuk memilih pecahan emas dan memasukkan kode verifikasi sebelum emas fisik beserta struk transaksi keluar dari mesin.

Untuk mulai berinvestasi, nasabah dapat membuka Tabungan Emas dengan setoran awal 0,02 gram atau sekitar Rp 50 ribu. Pembelian berikutnya bisa dimulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp 10 ribu. Produk yang tersedia mencakup merek ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku.

Transaksi beli dan jual emas dapat dilakukan secara real-time selama 24 jam, termasuk pemantauan pergerakan harga langsung dari aplikasi. Bagi yang ingin mencicil, Bank Mandiri menyediakan KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas) dengan skema bunga ringan dan harga emas yang dikunci saat pengajuan. Setelah cicilan lunas, emas masuk menjadi saldo Tabungan Emas yang bisa ditransaksikan atau diambil dalam bentuk fisik.

Modal 42,1 Juta Pengguna Livin'

Hingga Agustus 2026, Livin' by Mandiri tercatat memiliki 42,1 juta pengguna terdaftar. Basis pengguna sebesar itu menjadi fondasi perseroan memperluas jangkauan layanan finansial, termasuk investasi emas, tanpa perlu membangun kanal baru dari nol.

Midian menegaskan layanan ini menyasar nasabah yang ingin memiliki emas fisik tanpa repot. "Melalui ATM Emas, Bank Mandiri menghadirkan pengalaman investasi emas yang tidak hanya mudah diakses secara digital, tetapi juga memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki emas dalam bentuk fisik," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).

Rencana Lanjutan di Ekosistem Bulion

Bank Mandiri menyiapkan sejumlah inovasi lanjutan untuk melengkapi layanan emasnya. Di antaranya Multiguna Emas untuk pengajuan pinjaman tunai dengan agunan emas, Autodebet Emas untuk memfasilitasi investasi rutin, serta Transfer Emas antar sesama pengguna Livin'.

Langkah ini menempatkan emas sebagai instrumen yang bisa dipakai untuk kebutuhan likuiditas, bukan sekadar simpanan jangka panjang. Bagi nasabah, artinya kepemilikan logam mulia berpotensi berfungsi ganda: sebagai aset lindung nilai dan sumber pendanaan.

Ekspansi Bank Mandiri di segmen emas terjadi saat harga logam mulia terus menjadi perhatian investor ritel Indonesia. Dengan mengintegrasikan seluruh transaksi ke satu aplikasi, perseroan bersaing langsung dengan platform perdagangan emas digital yang lebih dulu tumbuh, sekaligus memanfaatkan lisensi bulion yang belum dimiliki bank konvensional lain.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks