MAKASSAR — AI Center Makassar berkolaborasi dengan Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM) kembali menyelenggarakan "Study Jam Robotics & IoT #3: Connecting ESP32 to the Web". Agenda yang berlangsung di Telkom AI Center of Excellence Makassar pada Rabu (24/4/2026) ini melibatkan lebih dari 20 peserta dari jajaran anggota dan tim inti komunitas.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai ekosistem Internet of Things (IoT). Fokus utamanya adalah menjembatani perangkat keras dengan platform digital secara real-time. Melalui materi yang dipaparkan Syahrur Adhe Pratama, para peserta mempelajari teknis komunikasi data dari perangkat menuju server.
Simulasi ESP32 Menggunakan Platform Wokwi
Dalam sesi praktik, peserta diajak mengeksplorasi kemampuan ESP32, sebuah mikrokontroler populer yang telah dilengkapi fitur WiFi dan Bluetooth. Perangkat ini menjadi standar industri untuk pengembangan sistem smart home, pemantauan sensor jarak jauh, hingga otomatisasi industri karena fleksibilitas koneksinya.
Untuk mengefisiensikan proses belajar, panitia memanfaatkan platform simulator Wokwi. Simulator ini memungkinkan peserta melakukan pengujian kode program dan simulasi koneksi web tanpa ketergantungan penuh pada perangkat fisik. Langkah ini dinilai efektif untuk mempercepat pemahaman alur kerja IoT bagi pengembang pemula.
Moderator kegiatan, Juhariah Ningrum, memandu interaksi teknis sehingga peserta dapat melihat langsung bagaimana data dari sensor dikirimkan ke dashboard berbasis web. Pendekatan praktis ini bertujuan agar teori yang didapat langsung teruji dalam skenario penggunaan nyata.
Kesiapan Talenta Digital Hadapi Kebutuhan Industri
Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, menegaskan bahwa penguasaan integrasi perangkat ke web adalah kompetensi wajib di era digital. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mencetak tenaga kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
"Kemampuan menghubungkan perangkat ke web menjadi salah satu keterampilan penting dalam pengembangan IoT saat ini. Melalui Study Jam ini, kami ingin memastikan peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung," ujar Mizan Lazuardi.
Upaya ini diharapkan dapat menutup celah kebutuhan industri terhadap tenaga ahli yang mampu mengelola infrastruktur cerdas. AI Center Makassar terus berupaya memperluas cakupan pembelajaran tidak hanya pada kecerdasan buatan, tetapi juga pada pilar teknologi pendukung lainnya.
Respons Positif Peserta Terhadap Metode Praktik
Metode pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung mendapat apresiasi dari para peserta. Salah satunya Muhammad Azzumardi, member GDGoC Universitas Negeri Makassar, yang menyebut materi kali ini sangat aplikatif bagi pengembangan proyek teknologi ke depan.
"Materinya sangat keren karena langsung praktik menghubungkan ESP32 ke web, jadi kami bisa memahami bagaimana sistem IoT bekerja," ungkap Azzumardi.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, komunitas developer di Makassar diharapkan menjadi motor penggerak inovasi digital di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Fokus pada robotika dan IoT menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem teknologi yang inklusif dan berbasis praktik.