Pencarian

Dirut KAI Pantau Pemulihan Operasional Bekasi dan Dampingi 19 Korban

Senin, 04 Mei 2026 • 14:56:22 WIB
Dirut KAI Pantau Pemulihan Operasional Bekasi dan Dampingi 19 Korban
Dirut KAI Bobby Rasyidin meninjau operasional kereta api lintas Manggarai hingga Bekasi Timur.

PONTIANAK — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin melakukan peninjauan langsung terhadap operasional perjalanan kereta api lintas Manggarai hingga Bekasi Timur guna memastikan keamanan layanan, Minggu (3/5/2026). Peninjauan ini mencakup evaluasi layanan Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang kini mulai kembali normal.

Fokus utama kunjungan Bobby adalah memastikan proses pemulihan pasca-insiden berjalan optimal, baik dari sisi teknis operasional maupun penanganan pelanggan. Hingga Minggu pagi pukul 07.00 WIB, tercatat 19 pelanggan masih menjalani perawatan lanjutan di RS Primaya Bekasi Timur dan RS Primaya Bekasi Barat, sementara 81 orang lainnya sudah dinyatakan pulih dan kembali ke rumah.

Kunjungan dimulai dari Stasiun Manggarai sebagai simpul utama operasional, kemudian berlanjut ke Stasiun Bekasi Timur untuk memantau kelancaran pergerakan kereta. Di lokasi tersebut, Bobby juga menyambangi Posko Informasi yang menjadi pusat pendampingan bagi keluarga pelanggan yang terdampak.

Komitmen Pendampingan Korban di RS Primaya Bekasi

Dalam kunjungannya ke rumah sakit, Bobby Rasyidin menyampaikan dukungan moral secara langsung kepada para pelanggan yang masih dirawat. Ia menegaskan bahwa prioritas perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih sepenuhnya.

“Kepedulian yang hadir menjadi kekuatan untuk terus melangkah. Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga, serta menjaga keselamatan ke depan. Kami akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).

Di area Stasiun Bekasi Timur, simpati publik terlihat dari deretan rangkaian bunga dan doa yang dikirimkan masyarakat. Hal ini menjadi simbol dukungan moral bagi para pelanggan dan petugas KAI yang tengah mengupayakan normalisasi total layanan transportasi massal tersebut.

Prosedur Klaim Biaya Pengobatan dan Layanan Trauma Healing

KAI juga membuka akses bagi pelanggan yang melakukan pengobatan secara mandiri melalui mekanisme klaim atau reimbursement. Persyaratan yang dibutuhkan meliputi bukti identitas, data perjalanan, kuitansi biaya pengobatan asli, resume medis, serta salinan buku rekening untuk proses transfer dana.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa seluruh dokumen akan dikoordinasikan dengan pihak asuransi. Proses verifikasi hingga pencairan dana kompensasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu yang terukur demi kepastian pelanggan.

“Proses klaim berlangsung paling lambat 21 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap. Pelanggan akan dihubungi kembali oleh pihak terkait bersama KAI,” ujar Anne.

Selain bantuan finansial, KAI menyediakan layanan trauma healing bagi pelanggan yang membutuhkan pendampingan psikologis. Layanan ini dapat diakses melalui Posko Informasi di Bekasi Timur yang beroperasi hingga 11 Mei 2026, atau melalui kontak layanan telemedicine di nomor 0812-9660-5747.

Normalisasi Jadwal KRL Bekasi Capai Ketepatan 88 Persen

Dari sisi teknis, performa ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) Commuter Line Jabodetabek menunjukkan tren positif. Data internal menunjukkan kenaikan signifikan ketepatan keberangkatan dari 71,54 persen pada 30 April menjadi 88,84 persen pada 2 Mei 2026. Ketepatan kedatangan juga membaik di angka 87,04 persen.

Perbaikan serupa terjadi di lintas Cikarang yang sempat mengalami kendala serius. Ketepatan waktu keberangkatan di jalur ini meningkat dari 50 persen menjadi 66 persen. Meski belum mencapai angka ideal, tren ini mencerminkan normalisasi operasional yang semakin stabil di jalur padat penumpang tersebut.

“Kami memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” tambah Anne Purba.

Untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh, pola operasi di wilayah Bekasi Timur telah kembali normal. Sebanyak 32 perjalanan KA dari Stasiun Pasarsenen dan 36 perjalanan dari Stasiun Gambir terpantau melintas sesuai jadwal. Sejak operasional dibuka kembali pada 28 April, total volume pengguna di lintas Cikarang telah menembus angka 574.644 pelanggan.

Bagikan
Sumber: langit7.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks