PONTIANAK — PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggencarkan edukasi literasi keuangan bagi mahasiswa di Kalimantan Barat guna mendorong pemahaman pengelolaan finansial. Bekerja sama dengan STMIK Pontianak dan Bank Indonesia, KB Bank menyasar kelompok strategis ini untuk memperluas jangkauan inklusi keuangan di wilayah tersebut.
Edukasi ini tidak hanya berfokus pada teori perbankan konvensional. Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai ekosistem ekonomi digital, perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan, hingga teknis pemanfaatan layanan perbankan digital untuk kebutuhan produktif.
Corporate Communication and Government Affair KB Bank, Komala Sari, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program KB Bank Care. Fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat melalui jalur pendidikan formal di perguruan tinggi.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperluas akses literasi keuangan, khususnya bagi generasi muda di daerah,” ujar Komala Sari dalam keterangan resminya.
Literasi Digital dan Penguatan Sektor UMKM Lokal
Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai instrumen keuangan harian, mulai dari budaya menabung yang terencana hingga strategi perencanaan keuangan jangka panjang. Salah satu poin krusial dalam edukasi ini adalah optimalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS.
Inovasi QRIS dinilai menjadi pilar penting dalam mendukung penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak penggunaan transaksi non-tunai yang lebih aman dan efisien di lingkungan sekitar mereka.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam rantai ekonomi digital. Menurutnya, kelompok terpelajar ini memiliki kapasitas untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai pemanfaatan teknologi perbankan secara bijak.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat,” kata Doni Septadijaya.
Mahasiswa Perbatasan dan Tantangan Ekonomi Digital
Ketua STMIK Pontianak, Sandy Kosasi, menyambut positif langkah KB Bank dalam membekali mahasiswanya. Ia menyoroti kondisi geografis Kalimantan Barat yang unik, di mana banyak mahasiswa berasal dari wilayah perbatasan negara.
Bekal literasi keuangan dianggap sebagai instrumen vital bagi mahasiswa asal perbatasan agar mampu bersaing dan bertahan di tengah disrupsi ekonomi digital. Pengetahuan mengenai proteksi konsumen juga menjadi benteng agar mereka terhindar dari praktik keuangan ilegal yang marak di ruang siber.
“Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, termasuk wilayah perbatasan, membutuhkan bekal literasi keuangan untuk menghadapi tantangan di era digital,” tutur Sandy Kosasi.
Digitalisasi Layanan Kampus dan Bantuan Pendidikan
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, KB Bank menyalurkan dana bantuan pendidikan kepada STMIK Pontianak. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Branch Manager KB Bank Pontianak, Herianda Senjaya, sebagai komitmen keberlanjutan kemitraan kedua belah pihak.
Kemitraan ini akan berkembang ke arah digitalisasi ekosistem kampus dalam waktu dekat. KB Bank berencana mengintegrasikan layanan perbankan digital untuk mempermudah administrasi mahasiswa dan institusi.
Penerapan sistem virtual account untuk pembayaran uang kuliah serta layanan auto-debit rekening akan segera diimplementasikan. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem kampus yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi dengan sistem perbankan nasional.
Melalui rangkaian program ini, terbentuknya generasi muda yang melek finansial diharapkan dapat mempercepat akselerasi ekonomi digital di Kalimantan Barat secara menyeluruh.