Pencarian

Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Konferensi Nasional Sylva Indonesia di Untan, Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Pelestarian Hutan

Senin, 18 Mei 2026 • 17:38:23 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Konferensi Nasional Sylva Indonesia di Untan, Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Pelestarian Hutan
Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia di Universitas Tanjungpura Pontianak.

PONTIANAK — Sebanyak ratusan mahasiswa kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Teater 1 Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Senin (18/5/2026). Mereka mengikuti pembukaan Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI yang mengusung tema kolaborasi multi-stakeholder demi transformasi kehutanan berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan hadir langsung dalam acara tersebut bersama Wakil Menteri Kehutanan RI Rohmat Marzuki dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz. Kehadiran para pejabat pusat ini menunjukkan perhatian serius terhadap regenerasi tenaga ahli kehutanan Indonesia.

Mahasiswa Kehutanan sebagai Katalisator Perubahan

Dalam sambutannya, Norsan menekankan bahwa Sylva Indonesia bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Menurutnya, forum ini harus menjadi tempat lahirnya gagasan dan aksi konkret bagi keberlanjutan lingkungan.

“Kami bangga Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan generasi muda kehutanan Indonesia yang membawa semangat dan komitmen bagi kelestarian lingkungan,” ujar Gubernur Kalbar.

Norsan juga berharap konferensi ini mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berorientasi solusi. Target nasional Indonesia FOLU Net Sink 2030 disebutnya sebagai salah satu agenda besar yang membutuhkan keterlibatan aktif mahasiswa kehutanan.

Wamenkehutanan: Siapkan Rimbawan Muda yang Unggul dan Berintegritas

Wakil Menteri Kehutanan RI Rohmat Marzuki menegaskan bahwa mahasiswa kehutanan harus dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang inovatif dan mampu menjawab persoalan di lapangan. Ia menyebut sejumlah aksi nyata yang bisa langsung dijalankan mahasiswa.

“Kami berharap Sylva Indonesia menjadi organisasi pembelajar. Kementerian Kehutanan berkomitmen membantu peningkatan kapasitas mahasiswa agar terlibat dalam aksi nyata, seperti pendampingan perhutanan sosial, pencegahan dan penanggulangan karhutla, rehabilitasi hutan, hingga upaya konservasi lingkungan,” pungkasnya.

Field Trip ke Ikon Budaya dan Sejarah Pontianak

Rangkaian acara tidak hanya berisi simposium nasional dan diskusi panel. Panitia juga menyiapkan field trip yang memperkenalkan kekayaan budaya dan lingkungan Kalimantan Barat kepada peserta dari luar daerah.

Gubernur Norsan mengajak seluruh peserta menikmati pengalaman ini dengan penuh kesan. “Manfaatkan momentum ini untuk membangun sinergi, memperluas jejaring, dan menghadirkan semangat inovasi dalam menjawab tantangan kehutanan,” harapnya.

Konferensi ini menjadi ajang strategis bagi mahasiswa kehutanan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan praktisi, KNSI XXI diharapkan mampu memperkuat peran Sylva Indonesia sebagai katalisator pelestarian keanekaragaman hayati di tanah air.

Bagikan
Sumber: jurnalis.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks