Pencarian

Studi China Buktikan Elektrifikasi Transportasi Cegah 262.000 Kematian Dini, Polusi Udara Turun Drastis

Selasa, 09 Juni 2026 • 10:41:31 WIB
Studi China Buktikan Elektrifikasi Transportasi Cegah 262.000 Kematian Dini, Polusi Udara Turun Drastis
Penurunan polusi PM2.5 di 150 kota China mencapai 23,8 persen berkat elektrifikasi transportasi.

KALIMANTAN BARAT — Penelitian yang dirilis pada 13 Mei 2025 ini menggunakan data satelit resolusi tinggi dan kecerdasan buatan untuk mengukur polusi di 150 kota di China. Para peneliti membandingkan tingkat polusi aktual dengan skenario hipotetis di mana seluruh kendaraan masih menggunakan mesin pembakaran internal.

Penurunan Polusi PM2.5 Capai 23,8 Persen

Hasilnya, pada 2023, keberadaan kendaraan energi baru (NEV) — mencakup mobil listrik murni, plug-in hybrid, dan hidrogen — berhasil menurunkan konsentrasi partikel halus PM2.5 hingga 23,8 persen. Penurunan ini setara dengan 8,97 mikrogram per meter kubik. Karbon monoksida turun lebih tajam, mencapai 30,67 persen.

Peneliti memperkirakan perbaikan kualitas udara tersebut mencegah sekitar 262.000 kematian non-kecelakaan dan 75.000 kematian dari semua penyebab. Angka ini signifikan mengingat polusi udara luar ruangan menyebabkan lebih dari 4 juta kematian prematur setiap tahunnya di seluruh dunia, dengan seperempatnya terjadi di China.

Polusi NO2 dan Partikel Kasar Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Studi ini jujur mengakui bahwa elektrifikasi belum memberikan dampak merata pada semua jenis polutan. Nitrogen dioksida (NO2) hanya turun 1,81 mikrogram per meter kubik, sementara partikel kasar yang lebih besar juga menunjukkan penurunan tipis. Penyebab utamanya adalah truk diesel berat yang sebagian besar belum beralih ke listrik dan menjadi sumber utama NO2 serta partikel kasar.

Manfaat kesehatan juga terdistribusi tidak merata. Daerah dengan tingkat adopsi NEV tertinggi — umumnya kota-kota yang lebih kaya dan maju secara ekonomi — menikmati penurunan polusi paling besar. Wilayah kurang berkembang justru mendapatkan keuntungan yang lebih kecil.

Pasar Mobil Listrik China Sudah Melewati Titik Kritis

Temuan ini muncul di tengah laju adopsi kendaraan listrik di China yang mencengangkan. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, penjualan mobil listrik di China telah melampaui 50 persen dari total penjualan mobil baru. Pemerintah China diperkirakan telah menginvestasikan ratusan miliar dolar selama dua dekade melalui subsidi dan insentif untuk mencapai titik ini.

Berbeda dengan studi model pada 2019 yang hanya bersifat proyeksi, penelitian kali ini mengukur data aktual menggunakan observasi satelit. Sebuah studi terpisah dari University of Southern California pada Januari 2026 di California juga menemukan bahwa adopsi kendaraan tanpa emisi secara terukur meningkatkan kualitas udara — setiap 200 kendaraan tambahan menurunkan NO2 hingga 1,1 persen.

Dampak Langsung Terlihat di Jalanan: Pengendara Skuter Kini Hirup Udara Lebih Bersih

Pengamat yang telah mengunjungi China tiga kali dalam setahun terakhir melaporkan dampak paling terasa justru dialami pengendara skuter dan motor listrik. Mereka tidak lagi terjebak menghirup asap knalpot di belakang antrean kendaraan bensin. "Menyelamatkan 200.000 orang per tahun terdengar seperti keajaiban beberapa waktu lalu. Kini itu menjadi hasil nyata dari kebijakan cerdas dan powertrain listrik yang lebih baik," tulis salah satu laporan langsung dari lapangan.

Studi ini menyimpulkan bahwa untuk memperluas manfaat kesehatan, China perlu mempercepat elektrifikasi kendaraan diesel berat dan mendorong adopsi NEV ke daerah berpendapatan rendah.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks