MEMPAWAH — Pelindo resmi melepas kapal milik PT Pulau Laut Line pada ekspor perdana Terminal Kijing, menandai dimulainya era baru bagi arus logistik di Kalimantan Barat. Sebanyak 180 kontainer berisi produk unggulan daerah kini bisa dikirim langsung tanpa harus transit ke pelabuhan lain di luar provinsi.
Nilai Ekspor Perdana Capai Rp21,4 Miliar
Komoditas yang diberangkatkan pada tahap awal ini meliputi aluminium, kelapa, dan minyak kelapa mentah (crude coconut oil). Dengan nilai total sekitar Rp21,4 miliar, pengiriman ini membuktikan bahwa produk Kalimantan Barat memiliki daya saing di pasar global.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi langkah Pelindo yang mewujudkan layanan peti kemas di Terminal Kijing. Menurutnya, aktivitas ekspor langsung ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelaku industri dan petani selama bertahun-tahun.
Gubernor Minta Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan
Pemerintah daerah tidak hanya menyoroti aspek bisnis dari operasional pelabuhan. Ria Norsan secara khusus meminta pengelola dan perusahaan yang beroperasi di Terminal Kijing untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, terutama masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit dan Kabupaten Mempawah.
"Tujuan pembangunan ini bukan hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Ria Norsan dalam keterangannya, Senin.
Akses Jalan Tol Pontianak–Kijing Segera Dikebut
Untuk mendukung kelancaran arus logistik, Pemprov Kalbar terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satu proyek prioritas adalah jalan tol Pontianak–Kijing yang saat ini dalam tahap penjajakan kerja sama dengan investor dan pemerintah pusat.
"Kita bersyukur Terminal Kijing akhirnya mulai beroperasi dengan ekspor peti kemas. Ini menjadi momentum penting agar pelabuhan ini benar-benar menjadi pusat ekspor dan impor Kalimantan Barat," ujar Ria Norsan.
Iklim Investasi dan Perizinan Jadi Fokus Pemprov
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan mempercepat proses perizinan. Langkah ini diambil untuk menarik lebih banyak investor masuk dan memanfaatkan kapasitas Terminal Kijing secara optimal.
Kehadiran layanan peti kemas di Terminal Kijing tidak hanya mempercepat arus ekspor, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing industri daerah. Pelabuhan ini diharapkan semakin berperan sebagai simpul logistik internasional di Kalimantan Barat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.