MEMPAWAH — Upacara dipimpin langsung Bupati Erlina. Wakil Bupati Juli Suryadi, Sekda Abdul Malik, jajaran Forkopimda, kepala OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, ASN, serta tokoh masyarakat, adat, dan agama turut hadir. Peringatan yang digelar setiap 28 Juni ini menjadi momentum mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Barat melawan pendudukan Jepang pada 1941–1945.
Pesan Gubernur: Kenangan Saja Tak Cukup
Dalam amanat yang dibacakan Erlina, Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan bahwa peringatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang gugur mempertahankan bangsa dari penjajahan Jepang di Kalimantan Barat.
"Tidak cukup sekadar Anda kenang, tapi kuharap Anda teruskan semangat juangmu untuk memerangi segala bentuk penjajahan," demikian tema peringatan tahun ini yang dibacakan dalam sambutan.
Nilai Kepahlawanan untuk Generasi Penerus
Erlina menyampaikan peringatan Hari Berkabung Daerah bertujuan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi penerus. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan mengamalkan nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari kita bersinergi dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa dan membangun daerah," imbau Erlina di hadapan peserta upacara.
Sinergi Membangun Daerah
Bupati juga mendorong generasi muda menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat membangun bangsa. Perjuangan saat ini tidak lagi menghadapi penjajah fisik, melainkan berbagai tantangan pembangunan dan persoalan sosial yang membutuhkan kerja sama semua pihak.
Kehadiran tokoh adat dan agama dalam upacara ini, kata Erlina, menunjukkan semangat kebersamaan lintas elemen masih kuat di Mempawah. Peringatan tahun ini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan harus dilanjutkan dalam bentuk nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.