KALIMANTAN BARAT — Acti, atau kependekan dari "action", resmi merilis keyboard berbasis AI untuk iOS dan Android pada Selasa (18/2). Tidak seperti keyboard biasa yang hanya menyarankan kata selanjutnya, Acti bisa mengambil tindakan langsung — seperti mengirim tautan rapat, menerjemahkan pesan, atau menampilkan harga saham secara real-time di dalam percakapan.
Cara Kerja dan Fitur Utama
Keyboard ini duduk di atas semua aplikasi yang terpasang di ponsel. Saat pengguna mengetik, Acti bisa membaca konteks percakapan dan menawarkan aksi tanpa perlu keluar dari aplikasi. Misalnya, saat teman bertanya tempat makan terdekat, Acti bisa langsung menyisipkan rekomendasi. Atau jika ada yang menyebut kode saham, keyboard ini bisa menampilkan harga terbaru di chat.
Fitur andalan Acti bernama Skills. Pengguna bisa memprogram satu tombol di keyboard untuk menjalankan tugas multi-langkah secara otomatis. Contoh bawaan yang sudah tersedia: tombol "T" untuk menerjemahkan pesan dengan menekan lama huruf tersebut, dan tombol "C" untuk mengirim tautan meeting.
Yang menarik, pengguna tidak perlu bisa coding untuk membuat Skills sendiri. Cukup deskripsikan apa yang diinginkan dalam bahasa sehari-hari, dan Acti akan membangunnya. Dalam dua minggu masa uji coba, pengguna awal berhasil membuat lebih dari 1.000 Skills.
Privasi dan Model AI
Acti mengusung arsitektur local-first. Artinya, konteks personal pengguna tetap tersimpan di perangkat secara default. Perusahaan menegaskan bahwa aplikasi tidak mengakses atau menyimpan pesan pribadi kecuali pengguna secara eksplisit memicu fitur yang membutuhkan pemrosesan eksternal.
Di balik layar, Acti menggunakan model Gemini dari Google. Pendiri dan CEO Acti, Young Wang, mengatakan Gemini dipilih karena keseimbangan antara kecerdasan, kecepatan, keandalan, performa multibahasa, dan efisiensi biaya.
Model Bisnis dan Pendanaan
Acti berencana menghasilkan pendapatan melalui langganan. Pengguna yang membayar akan mendapatkan akses ke model AI yang lebih canggih, batas pemakaian harian yang lebih tinggi, dan fitur premium lainnya.
Perusahaan juga mengumumkan telah menutup pendanaan awal (seed funding) senilai USD 5,3 juta (sekitar Rp 87,4 miliar). Putaran ini dipimpin oleh BITKRAFT Ventures. "Kami mendukung Acti karena tim ini punya peluang nyata untuk menguasai fase berikutnya dari interaksi manusia-komputer," kata Jonathan Huang, partner di BITKRAFT Ventures.
Latar Belakang Pendiri
Young Wang sebelumnya menghabiskan satu dekade di Baidu, mengembangkan keyboard Facemoji hingga mencapai lebih dari 300 juta pengguna aktif harian. "Ketika LLM muncul, saya menyadari sesuatu yang fundamental telah berubah," kata Wang. "Teks tidak lagi sekadar sesuatu yang diketik orang; teks telah menjadi pembawa niat. Dan dalam banyak konteks sehari-hari, niat itu kini bisa langsung diterjemahkan menjadi tindakan."
Tim Acti juga diperkuat oleh CTO Mike Sun, mantan pimpinan teknis pendiri Yike Album (platform foto cloud Baidu dengan 10 juta pengguna aktif harian), dan CSO Junbo Yang yang sebelumnya bergabung dari HashKey Capital.
Ketersediaan dan Pasar Skills
Skills yang dibuat pengguna bisa bersifat pribadi atau dibagikan ke Skills Marketplace. Di sana, pengguna lain bisa menemukan Skills siap pakai, misalnya untuk mengakses data Piala Dunia secara real-time atau tautan Polymarket. Ke depan, Skill Hub ini juga berpotensi menjadi sumber monetisasi tambahan.
Acti masih dalam tahap awal pengembangan model bisnisnya, namun keyboard ini sudah bisa diunduh dan dicoba langsung. Bagi pengguna yang sering bolak-balik aplikasi hanya untuk mencari informasi atau menjalankan tugas sederhana, Acti menawarkan solusi yang lebih efisien tanpa meninggalkan layar percakapan.