Pencarian

Wally Funk, Pilot Legendaris dan Manusia Tertua di Luar Angkasa, Meninggal di Usia 87 Tahun

Jumat, 10 Juli 2026 • 20:20:31 WIB
Wally Funk, Pilot Legendaris dan Manusia Tertua di Luar Angkasa, Meninggal di Usia 87 Tahun
Wally Funk, pilot legendaris dan manusia tertua yang pernah terbang ke luar angkasa, meninggal dunia pada usia 87 tahun.

KALIMANTAN BARAT — Wally Funk meninggal pada usia 87 tahun di rumahnya di Grapevine, Texas, pada Senin (8/7) waktu setempat. Kabar duka ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times. Funk dikenal luas sebagai pelopor penerbangan dan pemegang rekor penumpang luar angkasa tertua saat itu.

Mercury 13: Lolos Tes NASA, Tapi Tak Pernah Dipilih

Pada awal 1960-an, Funk bergabung dalam Program Wanita di Luar Angkasa. Ia adalah salah satu dari 13 perempuan yang kemudian dikenal sebagai Mercury 13. Mereka menjalani tes fisik dan mental yang persis sama dengan Mercury Seven — kelompok astronot pria pertama NASA.

Funk menjadi anggota termuda dalam kelompok tersebut. Dari semua kandidat, ia menempati peringkat ketiga dan merupakan satu-satunya yang lulus seluruh rangkaian tes. Meski demikian, NASA tidak pernah menerima satu pun dari Mercury 13 sebagai astronot resmi.

Setelah program dibuka untuk perempuan pada 1978, Funk berkali-kali melamar ke program astronot NASA. Semua upayanya kandas.

Terbang ke Luar Angkasa di Usia 82 Tahun

Kesempatan itu baru datang pada 2021. Funk bergabung dalam misi awak perdana roket New Shepard milik Blue Origin. Di usia 82 tahun, ia menjadi manusia tertua yang pernah terbang ke luar angkasa — memecahkan rekor John Glenn yang bertahan 23 tahun.

Rekor Funk kemudian dipecahkan oleh William Shatner pada usia 90 tahun beberapa bulan setelahnya. Pada 2024, Ed Dwight yang beberapa pekan lebih tua dari Shatner mengambil alih rekor tersebut.

Karier Penerbangan: 19.600 Jam Terbang dan Segudang Rekor

Funk memulai karier sebagai pilot profesional pada 1957. Ia mengumpulkan lebih dari 19.600 jam terbang dan mengajar ribuan orang menerbangkan pesawat. Ia juga menjadi inspektur wanita pertama di Federal Aviation Administration (FAA) dan penyelidik keselamatan udara pertama di National Transportation Safety Board (NTSB).

Pada 1995, namanya diabadikan dalam Women in Aviation International Pioneer Hall of Fame atas dedikasinya di dunia penerbangan.

Warisan untuk Generasi Penerbang Muda

Kisah Funk menjadi bukti bahwa batasan gender dan usia bisa ditembus dengan tekad dan kompetensi. Meski terlambat diakui oleh institusi antariksa, perjalanannya menginspirasi banyak perempuan Indonesia dan dunia untuk menekuni karier di bidang STEM, penerbangan, dan eksplorasi luar angkasa.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks