KUBU RAYA — Ribuan rumah panggung yang berdiri di tepian Sungai Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini menjadi prioritas perbaikan. Pemerintah daerah mencatat sedikitnya 1.000 unit rumah dalam kondisi sangat tidak layak huni dan tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, status tanah yang berada di jalur hijau dan belum bersertifikat membuat anggaran daerah tidak bisa menyentuh kawasan tersebut.
“Kita tidak bisa menggunakan APBD karena berkaitan dengan alas hak tanah dan kawasan jalur hijau,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Kubu Raya, Kamis.
Biaya Renovasi Satu Rumah Capai Rp20 Juta
Pemkab Kubu Raya kemudian mengubah strategi. Alih-alih mengandalkan anggaran daerah, mereka memilih menggalang partisipasi dari pemerintah provinsi, dunia usaha, dan elemen masyarakat. Kebutuhan total untuk merenovasi seribu unit rumah diperkirakan menembus angka Rp20 miliar, dengan asumsi biaya per unit sebesar Rp20 juta.
“Alhamdulillah sudah mulai terkumpul. Target satu rumah Rp20 juta, membutuhkan sekitar Rp20 miliar yang nanti juga kami gotong royong bersama beberapa elemen,” ujar Sujiwo.
Gotong Royong Bukan Sekadar Bersih-Bersih Kali
Bupati Sujiwo menekankan bahwa semangat gotong royong tidak boleh dimaknai secara sempit. Menurutnya, tradisi ini harus diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata untuk menyelesaikan persoalan struktural yang tidak bisa ditangani pemerintah sendirian.
“Gotong royong bukan hanya bicara tentang jalan raya, membersihkan selokan, atau membersihkan sungai, tetapi dapat kita ejawantahkan dalam kinerja kita di pemerintahan. Itu yang lebih penting,” tegasnya.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Kabupaten Kubu Raya.
Gubernur Kalbar: Gotong Royong Kekuatan Bangsa
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan turut mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai semangat kebersamaan merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan pembangunan di daerah.
“Karena kita membangun daerah bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” kata Ria.
Ia mengajak masyarakat memulai gotong royong dari hal sederhana, seperti menjaga kerukunan dan aktif dalam kegiatan sosial. Sementara itu, Ketua TP PKK Kalbar Erlina Norsan menambahkan bahwa penguatan keluarga menjadi fondasi penting, karena nilai kejujuran, disiplin, dan kepedulian tumbuh pertama kali di lingkungan rumah tangga.
Kolaborasi Jadi Kunci Atasi Persoalan Hunian
Bupati Sujiwo berharap kolaborasi antara Pemkab Kubu Raya dan Pemprov Kalbar terus diperkuat. Ia optimistis, dengan gotong royong yang terstruktur, persoalan penyediaan hunian layak di bantaran sungai bisa teratasi secara bertahap.
“Semangat kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan ini harus diterapkan secara nyata setelah kegiatan seremonial berakhir, terutama dalam menyelesaikan persoalan sosial di tingkat desa dan kecamatan,” pungkasnya.