Pencarian

Maggot hingga Lobster Air Tawar: Kreasi Sungai Putat Ubah Pekarangan Sempit Pontianak Utara Jadi Sumber Pangan

Jumat, 31 Juli 2026 • 10:28:01 WIB
Maggot hingga Lobster Air Tawar: Kreasi Sungai Putat Ubah Pekarangan Sempit Pontianak Utara Jadi Sumber Pangan
Pekarangan sempit di Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, diubah menjadi lumbung pangan mandiri melalui sistem pertanian terpadu oleh Kreasi Sungai Putat.

PONTIANAK — Pekarangan belakang rumah di Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, kini berubah fungsi dari sekadar tempat menjemur pakaian menjadi lumbung pangan mandiri. Kreasi Sungai Putat (KSP), kelompok binaan warga setempat, merancang sistem pertanian terpadu yang mengolah sampah dapur menjadi pakan ternak dan pupuk organik dalam satu siklus tanpa limbah.

Ketua KSP Syamhudi merancang sistem yang menghubungkan lima komoditas: budidaya maggot, puyuh petelur, ayam kampung, lobster air tawar, dan aquaponik. Limbah sayuran serta kulit buah dari dapur rumah tangga diolah menjadi media hidup larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.

Siklus Tanpa Limbah: Dari Sampah Dapur ke Meja Makan

Maggot yang dipanen menjadi sumber protein utama bagi puyuh, ayam kampung, dan lobster air tawar. Sisa pakan dan kotoran hewan tidak terbuang percuma, melainkan difermentasi menjadi kasgot dan kompos yang menyuburkan tanaman pekarangan.

Sayuran segar hasil aquaponik kemudian dipanen untuk konsumsi keluarga. Sisa sayuran yang tidak terpakai kembali lagi menjadi pakan maggot. "Mari bersama mewujudkan pekarangan produktif, keluarga sejahtera, masyarakat sehat, lingkungan lestari," ujar Syamhudi, Selasa (18/2).

Dukungan Pertamina untuk Replikasi di Titik Lain

Integrated Terminal Manager Pontianak, Adi Wahyu Christianto, menilai model ekonomi sirkular ini tidak hanya menciptakan bahan pangan, tetapi juga berpotensi menambah penghasilan rumah tangga. Pihaknya melalui TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen mendukung keberlanjutan program.

"Pengembangan tidak hanya di budidaya maupun satu lokasi. Pengembangan seperti ini dapat dilakukan di beberapa titik," kata Adi Wahyu Christianto. Pernyataan itu membuka peluang replikasi model serupa di wilayah Pontianak lainnya.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Warga Siantan Hilir

Ketua RW 004 Siantan Hilir, Ponijan, menyaksikan langsung perubahan cara pandang warganya. Pekarangan yang dulu tidak produktif kini menjadi ruang usaha yang menggerakkan ekonomi lokal. Ia berharap dukungan korporasi dapat terus mengalir untuk pengembangan kapasitas kelompok.

"Ini dimanfaatkan untuk masyarakat supaya lebih mengerti tentang kegiatan usaha. Mudah-mudahan dari pihak Pertamina nanti bisa membantu pengembangan kelompok usaha," tutur Ponijan.

Menjawab Persoalan Sampah Organik dan Fluktuasi Pangan

Lurah Siantan Hilir, Erin Febrianty, mengapresiasi gerakan ini karena sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan kota. Di tengah persoalan sampah organik yang menumpuk dan harga pangan yang berfluktuasi, sistem ini menawarkan kemandirian pangan berbasis rumah tangga.

Aquaponik yang dijalankan KSP memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah, memanfaatkan air kolam ikan yang kaya nutrisi alami. Hasil panennya bersih dan sehat tanpa pestisida berlebihan. Anak-anak di lingkungan tersebut juga mendapat laboratorium alam untuk belajar ekologi dan ekonomi sirkular secara langsung.

Keberhasilan satu keluarga di Siantan Hilir menjadi inspirasi bagi tetangga sekitarnya. Setiap rumah berpotensi menjadi lumbung pangan, setiap dapur menjadi pabrik protein yang berawal dari kemauan memilah sampah organik dan ketelatenan merawat siklus budidaya.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks