PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa delapan kesepakatan yang dihasilkan dalam Sidang Ke-39 Sosek Malindo tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Ia meminta seluruh hasil sidang segera ditindaklanjuti menjadi program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Kalbar dan Sarawak.
"Yang paling utama sekarang adalah memastikan seluruh hasil sidang ini benar-benar ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat perbatasan Kalbar dan Sarawak," ujar Krisantus di Pontianak, Jumat.
Percepatan Infrastruktur dan Fasilitasi Dagang Masuk Prioritas
Dari delapan bidang yang disepakati, percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas dan peningkatan fasilitasi perdagangan menjadi sorotan utama. Kedua sektor ini dinilai krusial untuk menggerakkan ekonomi warga yang selama ini kerap terkendala akses dan birokrasi lintas negara.
Selain itu, kesepakatan juga mencakup penguatan pembangunan sosial ekonomi kawasan perbatasan, pengelolaan pos lintas batas dan pelayanan masyarakat, hingga kerja sama keamanan perbatasan. Bidang perlindungan lingkungan hidup serta pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan turut masuk dalam daftar yang disahkan.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Ketua Kelompok Kerja Sosek Malindo Kalimantan Barat Harisson bersama Pengerusi JKK Sosek Malindo Negeri Sarawak Dato Sri Dr. Muhammad Abdullah Zaidel pada penutupan sidang di Pontianak, Kamis malam.
Forum Ekonomi Borneo 2026 Jadi Ajang Tindak Lanjut
Muhammad Abdullah Zaidel mengingatkan bahwa keberhasilan sidang tidak diukur dari banyaknya kesepakatan, melainkan dari komitmen pelaksanaan di lapangan. Ia pun mengundang delegasi Indonesia untuk hadir dalam "Borneo Economic Forum" yang dijadwalkan digelar di Kuching pada 7 Oktober 2026.
"Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi perdagangan, investasi, dan jejaring pelaku usaha antara Sarawak dan Kalimantan Barat," kata Zaidel.
Ia menambahkan, forum ekonomi bersama tersebut juga menjadi sarana bagi pelaku usaha kedua wilayah untuk membangun koneksi langsung tanpa perantara, sekaligus mendorong investasi lintas batas yang selama ini potensinya belum tergarap maksimal.
Semangat Persaudaraan Warnai Perbedaan Pandangan
Krisantus mengakui bahwa selama persidangan berlangsung, terdapat perbedaan pandangan terhadap sejumlah isu strategis. Namun, seluruh pembahasan berjalan dalam semangat persaudaraan dan saling menghormati.
"Kerja sama yang telah disepakati harus mampu memperkuat hubungan Kalbar dan Sarawak, bukan sekadar seremonial tahunan," tegasnya.
Seluruh hasil pembahasan Sidang Ke-39 Sosek Malindo kini menjadi pedoman pelaksanaan program bersama hingga penyelenggaraan sidang berikutnya. Kertas kerja yang telah disahkan tersebut sekaligus menegaskan komitmen kedua wilayah dalam memperkuat kemitraan strategis di kawasan perbatasan.