KALIMANTAN BARAT — Publik kembali dihebohkan dengan ulah kontroversial seorang YouTuber. Muhammad Jannah yang akrab disapa Bigmo diduga kuat melibatkan anak di bawah umur dalam siaran langsung untuk mempromosikan produk rokok elektrik atau liquid vape. Aksi ini sontak memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan, khususnya para pegiat perlindungan anak.
Kritik Tajam dari Pemerhati Anak
Salah satu kritik paling keras datang dari pesohor Manik Marganamahendra. Melalui akun media sosialnya, ia menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar keliru, tetapi juga masuk ranah pidana.
"Mempromosikan liquid vape di Live Stream YouTube menggunakan anak di bawah umur bukan cuma BDH tapi juga melanggar hukum dan bisa jadi tindak pidana. Stop praising d*mb influencers," tulis Manik dalam unggahannya, dikutip Jumat (31/7/2026).
Mengapa Melibatkan Anak dalam Promosi Zat Adiktif Berbahaya?
Keterlibatan anak dalam promosi produk adiktif seperti vape memiliki dampak ganda. Pertama, secara hukum, tindakan ini jelas melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak yang mengatur hak anak atas kesehatan dan tumbuh kembang yang layak.
Kedua, dari sisi psikologis, anak yang dijadikan alat promosi akan menganggap produk tersebut wajar dan aman. Padahal, kandungan nikotin dalam liquid vape sangat berisiko bagi perkembangan otak dan sistem pernapasan anak.
Paparan ini juga berpotensi meningkatkan angka perokok pemula di Indonesia. Anak-anak yang terbiasa melihat figur publik mempromosikan vape dengan santai akan lebih rentan untuk mencoba.
Ancaman Hukum bagi Konten Kreator
Kasus ini menjadi pengingat bagi para kreator konten untuk lebih berhati-hati. Promosi produk berbahaya, terlebih dengan melibatkan anak, bukan hanya soal etika tetapi juga konsekuensi hukum yang serius.
Regulasi di Indonesia cukup jelas melarang praktik semacam ini. Pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak bisa berujung pada proses hukum dan pidana bagi pihak yang terbukti bersalah.
Peran Orang Tua dalam Mengawasi Konten Anak
Bagi para ibu muda, kasus Bigmo ini menjadi bahan refleksi penting. Di era digital, anak-anak sangat mudah terpapar berbagai konten tanpa filter. Peran orang tua untuk aktif mengawasi tontonan anak menjadi sangat krusial.
Jangan ragu untuk memblokir atau melaporkan konten yang melibatkan anak dalam aktivitas berbahaya. Pastikan tontonan anak selalu mengandung nilai edukasi positif yang mendukung tumbuh kembangnya.
Kita semua punya tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi, termasuk dalam bentuk konten promosi yang tidak sehat. Diskusikan dengan anak tentang bahaya rokok dan vape sejak dini agar mereka memiliki pemahaman yang benar.