Pencarian

34 Peserta Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara, Bupati Sebut Simbol Persatuan Umat

Senin, 03 Agustus 2026 • 08:29:01 WIB
34 Peserta Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara, Bupati Sebut Simbol Persatuan Umat
Pawai Ta'aruf MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara diikuti 34 peserta dari kafilah kabupaten/kota, perangkat daerah, dan organisasi kemasyarakatan.

KAYONG UTARA — Iring-iringan mobil hias dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat tampil memukau di hadapan ribuan warga yang memadati ruas jalan, Sabtu (1/8/2026). Perhelatan ini menjadi penanda dimulainya Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV tingkat provinsi yang digelar di wilayah pesisir utara Kalbar tersebut.

Sebanyak 34 peserta ambil bagian dalam pawai tahun ini. Rinciannya, 12 kafilah resmi dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, serta 22 peserta lainnya berasal dari perangkat daerah, instansi vertikal, dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kayong Utara.

Setiap mobil hias menampilkan identitas budaya daerahnya masing-masing. Perpaduan ornamen khas Melayu, Dayak, dan sentuhan Islami terlihat sepanjang rute, mencerminkan harmoni yang selama ini terjaga di Bumi Khatulistiwa.

Bukan Sekadar Arak-arakan, Ini Makna di Balik Pawai

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menegaskan bahwa pawai ini memiliki dimensi yang lebih dalam daripada sekadar kemeriahan seremonial. Menurutnya, kegiatan ini merupakan media syiar yang efektif untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat.

"Pawai Ta'aruf ini bukan sekadar arak-arakan. Lebih dari itu, pawai ini memiliki makna yang mendalam. Pawai ini adalah simbol kebersamaan, ukhuwah Islamiyah, dan semangat persatuan di tengah masyarakat kita," ujar Romi di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalbar.

"Pawai ini juga merupakan ajang untuk memperkenalkan dan menumbuhkan rasa cinta kita kepada nilai-nilai agama," sambungnya.

Apresiasi untuk Partisipasi 34 Kontingen

Romi mengapresiasi tingginya antusiasme seluruh kontingen yang dinilainya menjadi cermin kuatnya semangat kolektif dalam menyukseskan MTQ tingkat provinsi. Ia menilai energi positif yang ditunjukkan para peserta hari itu luar biasa.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras kita semua serta partisipasi aktif dari seluruh peserta. Semangat yang ditunjukkan hari ini sangat luar biasa dan patut kita apresiasi," kata Romi.

Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat ini dinilai menjadi modal penting, bukan hanya untuk kesuksesan acara, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarwilayah di Kalimantan Barat.

MTQ Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Perekat Sosial

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kayong Utara itu berharap momentum MTQ tidak berhenti pada ajang adu kemampuan membaca kitab suci. Ia ingin perhelatan ini menjadi ruang untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan antar sesama.

"Jadikanlah momentum ini sebagai ajang silaturahmi, mempererat tali persaudaraan, dan toleransi kepada seluruh masyarakat," harapnya.

"Semoga semangat kebersamaan dan persatuan yang kita tunjukkan hari ini dapat terus terjaga dan menjadi modal utama dalam membangun Kayong Utara dan Kalimantan Barat yang lebih maju, religius, dan berakhlakul karimah," pungkas Romi.

MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat ini diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi yang nantinya mewakili daerah di tingkat nasional, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat setempat.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks