Pencarian

Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan BPBD Kalbar Padamkan Karhutla, Satu Warga Ketapang Tewas Terjebak Asap

Rabu, 05 Agustus 2026 • 23:05:01 WIB
Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan BPBD Kalbar Padamkan Karhutla, Satu Warga Ketapang Tewas Terjebak Asap
Tiga helikopter water bombing dikerahkan BPBD Kalbar untuk memadamkan karhutla di Ketapang.

PONTIANAK — BPBD Kalimantan Barat memastikan seluruh armada udara siaga penuh menghadapi potensi karhutla yang diprakirakan masih tinggi hingga akhir pekan. Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan penempatan helikopter bersifat fleksibel dan menyesuaikan tingkat kebutuhan di lapangan.

“Hari ini heli water bombing sudah diarahkan membantu operasi pemadaman di Sungai Pelang, Ketapang. Penempatan armada dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan di lapangan,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Jalan Adisucipto, Pontianak, Rabu (5/8/2026).

Korban Jiwa di Ketapang Bukan Petugas, Melainkan Warga yang Kehilangan Kendali

Daniel menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menewaskan seorang warga di Desa Sungai Pelang, Ketapang. Ia menegaskan korban merupakan warga sipil, bukan bagian dari tim pemadam kebakaran.

“Korban diduga melintasi kawasan yang dipenuhi asap tebal, kemudian kehilangan kendali akibat sesak napas hingga terjatuh. Di sekitar lokasi terdapat kobaran api sehingga korban meninggal dunia. Ini bukan petugas, tetapi warga,” jelasnya.

Hingga kini BPBD Kalbar masih menunggu laporan lengkap dari BPBD Kabupaten Ketapang terkait kronologi dan identitas korban secara rinci.

Usulan Helikopter Permanen di Ketapang untuk Percepat Respons

Jarak tempuh yang jauh antara Pontianak dan Ketapang dinilai menjadi kendala utama dalam kecepatan penanganan kebakaran di wilayah selatan Kalimantan Barat. Untuk mengatasinya, BPBD Kalbar mengusulkan penempatan satu unit helikopter secara permanen di Ketapang selama masa darurat.

“Kalau nanti disetujui BNPB, heli akan berbasis di Ketapang sehingga respons penanganan bisa jauh lebih cepat dibanding harus berangkat dari Pontianak,” kata Daniel.

Usulan ini tengah diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diharapkan segera direalisasikan agar operasi pemadaman lebih efektif.

Rakor BPBD Se-Kalbar: Menyamakan Frekuensi Penanganan Bencana

Langkah ini merupakan bagian dari hasil Rapat Koordinasi BPBD kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat yang digelar untuk menginventarisasi persoalan penanggulangan bencana di seluruh daerah. Daniel menegaskan rapat tersebut bertujuan menyamakan gerakan antara BPBD kabupaten, kota, dan provinsi.

“Tujuan rapat ini untuk menginventarisasi seluruh persoalan penanganan bencana di kabupaten dan kota, kemudian menyamakan frekuensi dan gerakan antara BPBD kabupaten, kota, dan provinsi agar penanganan bencana berjalan lebih efektif,” ujarnya.

BPBD juga mendorong seluruh daerah memperkuat sinergi dengan instansi terkait serta pemangku kepentingan agar penanggulangan bencana dilakukan secara terpadu.

Potensi Karhutla Masih Tinggi hingga Sabtu

Daniel mengungkapkan berdasarkan prakiraan cuaca, potensi terjadinya karhutla di Kalimantan Barat masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Seluruh personel diminta tetap disiagakan di masing-masing wilayah.

“Mulai hari ini sampai Sabtu nanti hampir seluruh kabupaten dan kota masih berpotensi terjadi karhutla, sehingga seluruh personel tetap disiagakan,” katanya.

Apabila kebakaran dinilai masif, akses darat sulit, dan sumber air terbatas, seluruh armada helikopter dapat dikerahkan secara bersamaan untuk mempercepat proses pemadaman.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks