PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut capaian 12 medali emas pada MTQ XXXIV Kalbar merupakan bukti peningkatan kualitas kafilah, meski secara akumulasi poin Kota Pontianak belum berhasil menjadi juara umum. Penentuan juara umum MTQ memang didasarkan pada total poin dari seluruh peringkat, bukan hanya medali emas.
"Walaupun tidak juara umum, saya bangga dari sisi kualitas. Kita juara dari medali emas," ujar Edi saat menyambut kepulangan kafilah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Evaluasi Kualitas dan Target Tuan Rumah 2027
Edi meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak melakukan evaluasi menyeluruh, terutama untuk memperbanyak peserta yang mampu menembus babak final. Menurutnya, perolehan emas yang tinggi harus diimbangi dengan raihan poin dari peringkat lain agar peluang juara umum terbuka lebih lebar.
Kepada para pemenang, Edi berpesan agar tidak berhenti berlatih setelah kompetisi usai. "Yang dapat emas sekarang ini harus terus berlatih. Bahkan setiap bulan kita kasih insentif. Yang kedua, yang ketiga, jangan lupa ikut berlatih. Termasuk pelatih dan pembimbing," katanya.
Pembinaan Berkelanjutan untuk Bibit Baru
Pembinaan juga akan diarahkan untuk menjaring bibit-bibit baru dari berbagai kecamatan. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, prestasi Pontianak diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi meningkat pada setiap penyelenggaraan MTQ.
Terlebih, Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 2027. Momentum ini ingin dimanfaatkan untuk menunjukkan kesiapan sekaligus mendongkrak prestasi kafilah di hadapan publik sendiri.
"Kita sudah mulai melakukan upaya, termasuk yang sudah juara ini terus kita latih. Kita akan datangkan mungkin pelatih-pelatih. Ini cita-cita kita sehingga tahun depan sebagai tuan rumah kita sudah merasa siap dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Pontianak," ungkapnya.
Posisi Pertama Perolehan Emas
Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah membenarkan bahwa dari sisi medali emas, Pontianak berada di posisi pertama. "Tahun lalu 11 emas, tahun ini 12 emas. Artinya secara prestasi ada peningkatan," jelas Amirullah.
Ia menegaskan hasil MTQ XXXIV Kalbar ini menjadi pijakan untuk memperkuat sistem pembinaan menjelang MTQ tingkat provinsi 2027 dan ajang MTQ tingkat nasional. "Pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kualitas, sehingga kafilah Pontianak tidak hanya kuat di tingkat Kalimantan Barat, tetapi mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya.