PONTIANAK — Perpustakaan Kota Pontianak tak lagi sekadar gudang buku. Kepala Disperpusip Kota Pontianak Sri Sujiarti menyatakan institusinya kini mengadopsi konsep inklusi sosial, di mana perpustakaan difungsikan sebagai ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang berdampak pada peningkatan penghasilan.
"Perpustakaan menerapkan konsep inklusi sosial artinya perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung peningkatan penghasilan maupun kesejahteraan," ujarnya di Pontianak, Rabu.
Rata-rata 200 Pengunjung Setiap Hari
Daya tarik konsep baru ini terlihat dari jumlah kunjungan harian. Disperpusip mencatat rata-rata 200 orang datang setiap hari ke gedung perpustakaan utama, berasal dari kalangan pelajar, guru, hingga masyarakat umum.
Angka kunjungan ini diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan IPLM Kota Pontianak. Saat ini, nilai IPLM daerah tersebut berada di angka 34,85 dan menempati peringkat kedua di Kalimantan Barat.
"Semakin banyak pengunjung perpustakaan, kita berharap nilai literasi masyarakat semakin meningkat. Kalau literasinya semakin baik, maka kota itu akan semakin maju," kata dia.
Akses Digital dan Layanan Disabilitas
Bagi warga yang tidak sempat datang langsung, Disperpusip menyediakan aplikasi PerpusKite. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses koleksi buku elektronik dan melakukan pemesanan buku secara daring sebelum mengambil atau meminjam koleksi di perpustakaan.
Layanan inklusif juga menyasar penyandang disabilitas. Perpustakaan Kota Pontianak menyediakan koleksi buku Braille dan fasilitas pendampingan. Layanan Pojok Braille serupa tersedia di Rumah Baca Taman Akcaya untuk memberikan akses bahan bacaan bagi masyarakat dengan hambatan penglihatan.
Lima Rumah Baca Tersebar di Taman dan Kecamatan
Untuk menjangkau warga lebih dekat, Disperpusip Kota Pontianak mengoperasikan lima rumah baca di sejumlah lokasi strategis. Kelima lokasi itu adalah Taman Catur, Taman Akcaya, Taman Digulis, Taman Alun, dan Kecamatan Pontianak Timur.
"Intinya, semakin banyak pengunjung akan semakin baik. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan," katanya.
Dengan beragam layanan tersebut, Disperpusip Kota Pontianak berharap perpustakaan dapat menjadi ruang belajar bersama yang mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta budaya literasi masyarakat.