Pencarian

Hyundai Targetkan Sistem Bantuan Mengemudi Atria untuk Produksi Massal 2029

Senin, 14 September 2026 • 15:19:31 WIB
Hyundai Targetkan Sistem Bantuan Mengemudi Atria untuk Produksi Massal 2029
Hyundai menargetkan sistem bantuan mengemudi Atria masuk produksi massal pada 2029.

KALIMANTAN BARAT — Penundaan target Atria membuat Hyundai Motor Group mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok teknologi eksternal. Langkah ini sekaligus membuka peluang pendapatan baru dari perangkat lunak kendaraan.

Kemitraan dengan Nvidia untuk Menjembatani Kesenjangan Teknologi

Selama Atria masih dalam tahap pengembangan, Hyundai akan menggandeng Nvidia untuk menghadirkan sistem bantuan mengemudi Level 2+ dan Level 2++ mulai 2028. Kerja sama ini menjadi strategi agar konsumen tetap bisa menikmati teknologi mengemudi berbasis AI sebelum sistem buatan Hyundai siap digunakan secara luas.

Langkah tersebut menunjukkan Hyundai tidak ingin kehilangan momentum di pasar kendaraan cerdas, meski sistem internalnya belum rampung.

Persaingan AI Otomotif Makin Ketat dengan Tesla dan Produsen China

Dorongan pengembangan teknologi Hyundai tidak terlepas dari persaingan yang semakin ketat di industri otomotif. Tesla dan produsen mobil China menjadi pesaing utama dalam penguasaan AI, software, chip, hingga data kendaraan.

Kompetisi kini tidak lagi hanya soal harga dan jumlah unit terjual. Penguasaan teknologi menjadi penentu posisi pabrikan di pasar global.

Skala Penjualan 7 Juta Unit per Tahun Jadi Modal Data

Hyundai dan Kia mencatat penjualan lebih dari 7 juta kendaraan per tahun di sekitar 190 negara. Jumlah tersebut menjadi sumber data berkendara dalam jumlah besar untuk melatih dan meningkatkan kemampuan AI Atria.

Semakin banyak data yang terkumpul, semakin besar peluang Hyundai menyempurnakan sistem bantuan mengemudi buatannya sendiri.

Software dan Data Kendaraan Jadi Sumber Pendapatan Baru

Pengembangan Atria bukan sekadar perubahan pada model industri otomotif. Hyundai melihat nilai ekonomi dari software, fitur digital, AI, dan data yang tertanam di dalam kendaraan.

Dengan mengembangkan teknologi sendiri, Hyundai berpeluang memiliki kontrol lebih besar atas teknologi kendaraannya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemasok teknologi.

Dalam jangka panjang, langkah ini dapat membuka sumber pendapatan baru dan memperkuat posisi Hyundai dalam persaingan industri otomotif berbasis AI.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks