Pencarian

BPBD Kalbar Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Meski BMKG Prakirakan Hujan di Hampir Seluruh Kabupaten/Kota

Kamis, 17 September 2026 • 15:28:31 WIB
BPBD Kalbar Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Meski BMKG Prakirakan Hujan di Hampir Seluruh Kabupaten/Kota

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat tetap menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan meski BMKG memperkirakan hujan berpeluang turun di hampir seluruh kabupaten/kota pada 16-22 September. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalbar Ridwan menyatakan OMC dilangsungkan demi mengoptimalkan penanganan karhutla di lapangan. Prakiraan hujan itu diharapkan mengurangi kabut asap sekaligus membasahi lahan yang masih berpotensi terbakar.

PONTIANAK — Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalimantan Barat Ridwan menyampaikan bahwa pihaknya tidak menghentikan Operasi Modifikasi Cuaca kendati prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan di hampir semua wilayah provinsi. Menurutnya, OMC justru dibutuhkan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sejumlah titik.

"Berdasarkan data BMKG menunjukkan potensi hujan hampir semua kabupaten/kota, tetapi Operasi Modifikasi Cuaca tetap dilangsungkan demi mengoptimalkan penanganan," kata Ridwan di Pontianak, Kamis.

Prakiraan Hujan 16-22 September di Seluruh Kabupaten/Kota

Ridwan merujuk prakiraan BMKG yang menyebut hujan berpeluang terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota Kalbar pada 16-22 September. Pada 16 September, hampir seluruh wilayah provinsi diperkirakan tertutup awan hujan sehingga peluang terjadinya hujan cukup besar.

Potensi hujan itu diperkirakan sedikit menurun pada 18 dan 20 September, lalu kembali meningkat pada 21 dan 22 September. "Untuk 16 September sendiri hampir seluruhnya tertutup awan hujan. Pada 18 September ada sedikit penurunan, begitu juga 20 September. Selanjutnya tanggal 21 dan 22 kemungkinan terjadinya hujan tinggi lagi," ujarnya.

Hujan Diperkirakan Kurangi Kabut Asap dan Basahi Lahan

Peluang hujan tersebut diharapkan membantu mengurangi kabut asap sekaligus membasahi lahan yang masih berpotensi terbakar. Kondisi itu dinilai mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalbar.

Meski demikian, BPBD Kalbar tetap mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah strategis di lapangan. OMC dijalankan sebagai upaya berkelanjutan hingga kondisi wilayah benar-benar terkendali.

"Untuk antisipasi, kita terus berusaha. OMC tetap kita lakukan sampai penanganan karhutla optimal," tutur Ridwan.

OMC Jadi Andalan Selama Musim Kemarau

Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu instrumen utama Pemprov Kalbar dalam menekan perluasan titik panas selama musim kemarau. Penyemaian awan dilakukan untuk memicu hujan di area yang dinilai rawan terbakar.

BPBD Kalbar belum merinci jumlah titik panas maupun luas lahan terbakar terbaru. Namun, pelaksanaan OMC akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks