KALIMANTAN BARAT — José Luis Rebordinos menyelesaikan edisi ke-17 sebagai direktur Festival Film Internasional San Sebastián, sekaligus menandai akhir masa jabatannya memimpin ajang bergengsi Spanyol tersebut. Posisinya akan diserahkan kepada wakil direktur Maialen Beloki pada Januari 2027. Rebordinos mengaku bangga pada tiga warisan utamanya selama memimpin festival.
Rebordinos menyebut Beloki sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan festival. Ia menilai Beloki memiliki pemahaman mendalam soal seluk-beluk San Sebastián.
"Maialen adalah profesional yang sangat berkualifikasi dengan pengetahuan mendalam tentang festival ini," kata Rebordinos kepada Deadline. "Dia telah menjadi bagian dari tim selama tujuh belas tahun, menjabat sebagai wakil direktur selama sebelas tahun terakhir. Saya tidak bisa membayangkan orang yang lebih cocok untuk peran ini."
Tiga Warisan yang Paling Dibanggakan
Selama memimpin, Rebordinos mengaku paling bangga pada tiga hal. Pertama, pertumbuhan aktivitas industri yang ia kembangkan di San Sebastián. Kedua, transformasi festival menjadi ajang yang aktif sepanjang tahun lewat sekolah sinema dan proyek residensinya. Ketiga, arsip festival yang ia rawat.
"Pertama, ada pertumbuhan yang kami ciptakan dalam aktivitas industri. Kedua, kami telah menjadikannya festival yang bekerja sepanjang tahun dengan sekolah sinema dan proyek residensial kami. Ketiga adalah arsipnya," ujarnya.
Jembatan Sinema Eropa dan Amerika Latin
Di bawah kepemimpinan Rebordinos, San Sebastián kian memperkuat aktivitas industrinya. Festival Spanyol ini kini dianggap sebagai pusat utama yang menghubungkan industri film Eropa dengan sinema dan talenta Amerika Latin.
Festival ini pernah mendukung karya-karya awal pembuat film seperti Walter Salles dari Brasil hingga Daniel Burman dari Argentina. Karya awal keduanya, Foreign Land dan A Chrysanthemum Bursts in Cincoesquinas, sama-sama tayang di festival tersebut.
Rebordinos melanjutkan tradisi itu lewat sejumlah program. Ada Europe-Latin America Co-Production Forum yang dimulai pada 2012, serta Works in Progress LatAm yang diluncurkan pada 2020.
Pada 2015, festival memulai program residensi Ikusmira Berriak bersama Tabakalera International Center for Contemporary Culture dan Elías Querejeta Zine Eskola (EQZE). Dari ekosistem itu lahir nama-nama seperti Diego Céspedes dengan The Mysterious Gaze of the Flamingo dan Gabriel Azorín dengan Last Night I Conquered the City of Tebas. Proyek Céspedes tayang perdana di Festival Film Cannes 2025 dan meraih hadiah utama di Un Certain Regard, sementara film Azorín tayang perdana di Venesia pada tahun yang sama.
Arsip Tujuh Dekade dan Konferensi Investor
Sejak 2018, San Sebastián bekerja sama dengan EQZE menggarap Artxiboa, arsip digital dan fisik festival. Arsip itu menyimpan lebih dari 15.000 dokumen kertas, 17.000 foto, dossier pers, jurnal, dan poster festival sejak pendiriannya pada 1953 hingga kini.
Pada 2022, San Sebastián menggandeng CAA Media Finance meluncurkan Creative Investors' Conference tahunan. Konferensi itu dihadiri sejumlah pemain internasional besar seperti Roeg Sutherland dari CAA, pendiri Goodfellas Vincent Maraval, Tom Quinn dari Neon, dan Elisabeth d'Arvieu dari Mediawan.
"Peserta yang hadir makin banyak setiap tahun dan acara ini menjadi sangat sukses," kata Rebordinos. "Kesepakatan bisnis terjadi di sini dan penting bagi kami memiliki suasana santai untuk mendukungnya. Kami sengaja menjadi festival yang lebih kecil. Kami tidak ingin menjadi festival yang sangat besar. Kami ingin menjadi festival yang manusiawi untuk aktivitas industri."
Pujian dari Para Pelaku Industri
Maraval, pendukung lama San Sebastián, menilai Rebordinos mendorong festival itu "ke dimensi lain". Menurutnya, keramahan dan selera Rebordinos menempatkan San Sebastián di jajaran tiga festival internasional teratas.
"Dia tahu cara memanfaatkan semua aset kota yang indah ini dan membuat festivalnya unik," kata Maraval. "Saya tidak akan merindukannya karena dia sudah menjadi teman dan persahabatan kami tidak akan berhenti hanya karena dia tidak lagi memimpin."
Sutherland sepakat. Ia menilai Rebordinos "telah mengubah festival ini menjadi destinasi internasional".
"Seperti Venesia, San Sebastián adalah batu loncatan bagi film-film yang membidik penghargaan, sekaligus perayaan sinema Spanyol dan menempatkannya di garis depan," kata eksekutif CAA itu.
Produser Spanyol Marisa Fernández Armenteros, yang filmnya Sundays memenangi Golden Shell untuk Film Terbaik di festival tahun lalu, menyebut Rebordinos sebagai "optimis yang tak pernah putus asa". Ia mengenang edisi 2020 saat pandemi ketika Rebordinos tetap meyakinkan semua orang bahwa festival akan terlaksana.
San Sebastián memang bukan pasar film raksasa. Rebordinos sendiri menegaskan festival ini memilih tetap kecil dengan alasan jelas. "Kami adalah kota kecil dan festival kecil, tapi kadang bagus untuk menjadi lebih kecil," ujarnya. Estafet ke Beloki pada 2027 akan menentukan arah baru festival yang telah berdiri sejak 1953 itu.