PONTIANAK — Telur rebus jadi salah satu menu sarapan yang banyak dipilih pekerja di Kalimantan Barat. Alasannya sederhana: bisa direbus lebih dulu, mudah dibawa sebagai bekal, dan tidak butuh tambahan minyak atau mentega saat disiapkan.
Kebiasaan ini sempat ramai di media sosial, termasuk lewat unggahan akun Instagram Faizal Riko yang memperlihatkan tren konsumsi telur rebus sebagai makanan sehari-hari.
Mengapa Telur Rebus Cocok untuk Sarapan Pagi
Telur bisa diolah dengan berbagai cara: direbus, dikukus, dibuat orak-arik, dipanggang, atau digoreng. Untuk sarapan, versi rebus paling praktis karena bisa disiapkan malam sebelumnya.
Proses merebus tidak memerlukan minyak atau mentega. Bagi pekerja dengan waktu terbatas sebelum beraktivitas, cara ini menghemat tenaga dan waktu.
Dikutip dari EatingWell, telur termasuk sumber protein yang serbaguna. Kepraktisan memang jadi alasan utama, tapi nilai gizinya yang membuat telur layak masuk menu pagi.
Kandungan Gizi Telur: dari Putih hingga Kuning Telur
Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menyebut telur sebagai sumber protein hewani yang bergizi dan mudah dicerna. Telur terdiri atas kulit, putih telur, dan kuning telur.
Sebagian besar komposisinya berupa air, tapi telur juga mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan berbagai zat gizi lain. Putih telur kaya protein albumin dengan kadar lemak relatif sedikit.
Sementara kuning telur mengandung protein, lemak, air, dan berbagai mineral. Protein dalam telur termasuk bermutu tinggi dan mudah dicerna tubuh.
Selain protein, telur menyediakan vitamin A, D, E, K, dan sejumlah vitamin B. Mineralnya juga beragam: besi, fosfor, kalsium, tembaga, yodium, magnesium, mangan, kalium, natrium, zinc, klorida, dan sulfur.
Kaitan Protein Telur dengan Rasa Kenyang
Healthline mencatat telur sebagai sumber protein yang relatif terjangkau sekaligus mengandung berbagai zat gizi. Satu butir telur ukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein.
Sejumlah penelitian yang dikutip Healthline menunjukkan kaitan antara konsumsi telur saat sarapan dengan pengendalian rasa lapar. Salah satunya menemukan peserta yang sarapan berbahan telur selama delapan minggu mengalami penurunan berat badan lebih besar dibanding kelompok yang sarapan berbahan bagel.
Penelitian lain menemukan konsumsi telur saat sarapan berkaitan dengan penekanan hormon ghrelin serta respons gula darah dan insulin yang lebih stabil.
EatingWell menjelaskan kombinasi protein dan lemak dalam telur membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kuning telur juga menyediakan vitamin B12, vitamin D, dan kolin.
Peran Kolin, Lutein, dan Vitamin D bagi Tubuh
Manfaat telur tidak hanya berasal dari proteinnya. Telur mengandung vitamin B, vitamin D, dan kolin. Tubuh menggunakan kolin dalam pembentukan membran sel dan neurotransmiter.
Zat gizi tersebut juga berkaitan dengan fungsi memori, suasana hati, kontrol otot, dan sistem saraf. Kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua karotenoid yang berkaitan dengan kesehatan mata.
Vitamin D dalam telur berperan membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang. Telur turut menyediakan vitamin B yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan kulit dan rambut, serta sejumlah asam amino.
Meski kaya gizi, Kemenkes menekankan pemenuhan kebutuhan nutrisi tetap perlu dilakukan dengan mengonsumsi beragam jenis makanan dalam jumlah yang sesuai. Telur rebus bisa jadi salah satu pilihan, bukan satu-satunya sumber gizi harian.