Pencarian

Pertamina Operasikan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau, Biosolar Kini Menjangkau 5 Kabupaten Hulu Kalbar

Jumat, 18 September 2026 • 15:31:32 WIB
Pertamina Operasikan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau, Biosolar Kini Menjangkau 5 Kabupaten Hulu Kalbar

PONTIANAK — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan mengoperasikan fasilitas Terminal Penyangga Tayan-Sanggau sejak 8 September 2026. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik suplai tambahan untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah hulu Kalimantan Barat.

Langkah tersebut diambil menyusul penyurutan debit Sungai Kapuas yang dipengaruhi kemarau panjang dan fenomena El Nino. Sungai itu selama ini menjadi jalur utama distribusi BBM ke sejumlah terminal di pedalaman Kalbar.

Lima Kabupaten Jadi Sasaran Penyaluran Biosolar

Terminal Penyangga Tayan-Sanggau mendukung penyaluran Biosolar ke Kabupaten Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu. Pengiriman diatur berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah serta kondisi akses distribusi.

Dengan pola itu, pasokan ke lembaga penyalur dapat tetap berjalan meskipun terdapat kendala pada jalur distribusi. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut fasilitas ini sebagai penyesuaian distribusi untuk menjaga kesinambungan pelayanan energi.

"Melalui Terminal Penyangga Tayan-Sanggau, kami memperkuat kapasitas penyaluran Biosolar sekaligus mendekatkan titik suplai ke wilayah hulu Kalimantan Barat. Langkah ini mendukung kelancaran pengiriman ke SPBU dengan tetap mengutamakan keselamatan operasional," ujar Edi.

Kapal Suplai Tak Bisa Masuk, Distribusi Dialihkan ke Jalur Darat

Fuel Terminal Manager Sintang, Risky Firmansyah, menjelaskan surutnya Sungai Kapuas memengaruhi akses kapal suplai menuju Fuel Terminal Sintang maupun terminal alternatif di Sanggau. Kondisi itu memaksa Pertamina menyesuaikan jalur dan pola pengiriman.

Sebelumnya, penyaluran dioptimalkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal Pontianak. Kini, dukungan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau memungkinkan Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki melalui sistem direct loading, lalu dikirim ke SPBU.

"Penyaluran sebelumnya kami optimalkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal Pontianak. Kini, dukungan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau memungkinkan Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki melalui sistem direct loading, kemudian dikirim ke SPBU. Fasilitas ini membantu memperpendek jarak dan waktu pengiriman, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah hulu," jelas Risky.

Kabut Asap Karhutla Ikut Pengaruhi Pengaturan Perjalanan Tangki

Selain kondisi perairan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap jarak pandang menjadi perhatian dalam pengaturan perjalanan mobil tangki. Pertamina menyesuaikan waktu dan jalur pengiriman dengan mengutamakan keselamatan petugas maupun pengguna jalan.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta pemangku kepentingan terkait untuk mendukung operasional fasilitas. Koordinasi itu memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan.

"Kami memahami pentingnya BBM bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus mengoptimalkan distribusi agar pengiriman ke SPBU tetap berjalan hingga wilayah hulu. Masyarakat kami imbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan," tutup Edi.

Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk maupun layanan Pertamina, termasuk untuk menyampaikan laporan dugaan penyimpangan penyaluran BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 atau melalui akun media sosial @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianak.suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks