KALIMANTAN BARAT — Jonatan Christie menyerah dua gim langsung dari Shi Yuqi pada partai pembuka final bulutangkis beregu putra Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026). Kekalahan 13-21 dan 18-21 itu membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari China di Ichinomiya City Municipal Gimnasium.
Shi Yuqi membuka gim pertama dengan tiga poin beruntun sebelum Jojo sempat menyamakan kedudukan. Namun tunggal pertama China itu langsung menjauh dan sudah unggul 11-5 saat interval, memanfaatkan rangkaian kesalahan sendiri yang dilakukan Jojo.
Jojo sempat memangkas jarak menjadi 9-13 pada pertengahan gim. Shi Yuqi merespons dengan challenge atas shuttlecock yang dinilainya keluar, dan tantangan itu berhasil. Skor berubah 14-9 untuk Shi Yuqi, yang tak lagi terkejar hingga menutup gim pertama 21-12.
Jojo Unggul 11-7 di Interval, Lalu Kehilangan Momentum
Gim kedua berjalan lebih ketat. Jojo tancap gas dengan tiga poin beruntun, tetapi Shi Yuqi langsung membalas empat angka untuk berbalik memimpin 4-3. Pertarungan berlangsung sengit hingga Jojo mampu unggul jauh 11-7 saat interval.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Shi Yuqi menyamakan kedudukan pada 14-14 lewat pukulan mengecoh, kemudian berbalik memimpin 15-14. Jojo tak mampu mengejar sampai akhir, menyerah 18-21.
Fajar/Fikri Jadi Penentu di Partai Kedua
Dengan hasil ini, Indonesia ketinggalan 0-1 dari China. Pada laga kedua, ganda Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan melawan Liang Weikeng/Wang Chang. Partai ini menjadi krusial untuk menjaga peluang Indonesia di final.
Susunan pertandingan berikutnya mempertemukan Alwi Farhan dengan Li Shifeng, lalu Leo Roly Carnando/Daniel Martin melawan He Ji Thing/Liu Yi, dan ditutup Mohammad Zaki Ubaidillah kontra Weng Hongyang.
Kekalahan Jojo memaksa Indonesia menempuh jalur lebih berat. Dua partai ganda dan dua tunggal sisa harus dimenangi jika Indonesia ingin merebut gelar beregu putra dari tangan China.