PONTIANAK — Ketua Perwosi Kalbar Windy Prihastari menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih para atlet. Ia menegaskan bahwa raihan juara tiga tersebut tidak boleh membuat tim berpuas diri.
"Saya mengucapkan selamat atas raihan prestasi ini. Tentunya kita tidak boleh merasa puas diri. Prestasi kali ini harus menjadi motivasi ke depan untuk meraih prestasi lainnya," ujar Windy.
Dua Tim Kalbar Tampil dengan Kostum Budaya Daerah
Selain menampilkan gerakan senam yang energik dan kompak, dua tim Kalbar membawa keunikan melalui kostum yang dikenakan. Kostum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya Kalimantan Barat di panggung nasional.
"Saya bangga mereka tampil kompak dan energik, selain itu berhasil meraih juara tiga nasional. Momentum ini juga selalu kita gunakan untuk mempromosikan apa ciri khas daerah kita lewat kostum yang digunakan," katanya.
Anak Muda Jadi Atlet, Semangat Kampanye Olahraga 30 Menit Sehari
Menurut Windy, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Perwosi Kalbar, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk semakin aktif dalam kegiatan olahraga. Ia menilai keterlibatan anak muda sebagai atlet Perwosi memberikan warna baru bagi organisasi.
"Keterlibatan anak muda sebagai atlet Perwosi tentu memberikan warna baru. Mereka juga bisa turut mengkampanyekan ayo olahraga minimal 30 menit dalam satu hari," tuturnya.
Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 di GOR Soemantri Brodjonegoro menjadi panggung bagi kontingen daerah untuk menunjukkan kualitas gerakan sekaligus identitas budaya masing-masing. Perwosi Kalbar menurunkan dua tim dalam kompetisi tersebut, dengan satu tim berhasil menembus posisi tiga besar.
Capaian ini menambah catatan prestasi Perwosi Kalbar di tingkat nasional. Windy berharap hasil tersebut menjadi titik awal bagi pembinaan atlet senam kreasi yang lebih berkelanjutan di Kalimantan Barat.