Pencarian

Bulog Ubah Pola Stok Beras SPHP, Pakai Formula Mixing 2-3-4

Rabu, 30 September 2026 • 12:50:01 WIB
Bulog Ubah Pola Stok Beras SPHP, Pakai Formula Mixing 2-3-4
Perum Bulog menerapkan formula pencampuran stok beras 2-3-4 untuk program SPHP menggantikan sistem FIFO.

KALIMANTAN BARAT — Perum Bulog menerapkan formula pencampuran stok beras 2-3-4 untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), menggantikan prinsip first in first out (FIFO) yang dinilai menurunkan mutu beras. Kebijakan ini berlaku untuk beras bantuan pangan dan beras medium yang disalurkan ke masyarakat sepanjang 2026.

Paragraf pembuka: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan perubahan pola pengeluaran stok dilakukan setelah pihaknya mengevaluasi sistem FIFO yang selama ini dipakai. Dalam sistem lama, beras yang lebih dulu masuk gudang menjadi stok yang lebih dulu dikeluarkan. Evaluasi menunjukkan cara itu membuat beras yang tersimpan terlalu lama ikut tersalurkan dalam kondisi mutu menurun.

Mengapa FIFO Ditinggalkan

Rizal menyebut beras yang keluar berdasarkan urutan waktu masuk gudang kerap sudah terlalu tua saat sampai ke tangan penerima manfaat. Kondisi itu dinilai merugikan masyarakat yang mengandalkan beras medium dari program pemerintah.

"Kalau first in first out, pasti kan beras yang dulu datang, tua, yang lama-lama. Begitu dikeluarkan hasilnya jelek," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Kritik terhadap mutu beras SPHP bukan hal baru. Beras medium yang disalurkan lewat program stabilisasi harga memang menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus keterjangkauan harga di pasar. Mutu yang turun berpotensi melemahkan fungsi itu.

Cara Kerja Formula 2-3-4

Bulog mencampurkan stok berdasarkan usia penyimpanan sebelum beras disalurkan. Komposisinya terdiri dari dua bagian beras yang paling lama tersimpan, tiga bagian beras dengan masa simpan sekitar enam bulan, dan empat bagian beras yang relatif baru dengan masa simpan dua hingga tiga bulan.

"Jadi 2-3-4 itu, dua bagian yang lama, tiga bagian yang sedang yang simpannya masih enam bulan, kemudian yang baru yang simpannya baru dua bulan atau tiga bulan, itu yang empat bagian," kata Rizal.

Dengan komposisi itu, porsi terbesar justru diisi beras segar. Beras yang sudah lama tersimpan tetap tersalurkan, tetapi jumlahnya dibatasi dan dicampur dengan stok yang kondisinya masih baik.

Siapa yang Terdampak

Kebijakan ini menyasar beras bantuan pangan dan beras medium, termasuk yang dipakai dalam program SPHP. Penerima manfaatnya adalah rumah tangga yang menerima bantuan pangan pemerintah serta konsumen yang membeli beras medium lewat operasi pasar.

Bagi Bulog, perubahan pola ini juga berdampak pada cara pengelolaan gudang. Stok tidak lagi dikeluarkan murni berdasarkan urutan kedatangan, sehingga penataan dan pencatatan persediaan harus disesuaikan agar komposisi 2-3-4 bisa dijalankan konsisten di tiap gudang.

Konteks Program SPHP 2026

SPHP menggunakan beras medium sebagai instrumen untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat pada 2026. Program ini menjadi salah satu alat pemerintah menahan gejolak harga pangan, terutama di periode permintaan tinggi.

Perubahan pola pengelolaan stok menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga kualitas beras yang beredar melalui program pemerintah. Jika mutu beras yang disalurkan membaik, kepercayaan masyarakat terhadap program stabilisasi harga ikut terjaga.

Penutup: Langkah Bulog mengganti FIFO dengan formula mixing 2-3-4 menandai pergeseran fokus dari sekadar ketepatan waktu penyaluran ke mutu beras yang diterima masyarakat. Keberhasilan kebijakan ini akan terlihat dari konsistensi penerapannya di gudang-gudang Bulog dan hasil uji mutu beras SPHP yang sampai ke penerima manfaat.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks