MEMPAWAH — Penganugerahan berlangsung di atas dek kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing. Dari total 361 personel Japan Disaster Relief yang tercatat menerima penghargaan, sebanyak 92 personel hadir langsung sebagai perwakilan dalam upacara tersebut.
Penyematan tanda kehormatan secara simbolis diberikan kepada tiga perwakilan utama pimpinan JDR. Ketiganya adalah Commander Deployed Task Force Col. Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Col. (Navy Captain) Noma Toshihide, serta Commander Aviation Unit Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.
Dasar Penghargaan: Kontribusi Personel JMSDF Tangani Karhutla
Satyalancana Dharma Samudera merupakan bentuk penghargaan resmi Pemerintah Republik Indonesia atas kontribusi personel JMSDF dalam mendukung upaya kemanusiaan penanggulangan bencana karhutla. Penganugerahan dilakukan atas nama negara oleh Menhan RI.
Dalam operasional di lapangan, seluruh dukungan alutsista helikopter CH-47 yang dikirimkan pihak Jepang diintegrasikan dan berada di bawah kendali Satuan Tugas TNI. Integrasi itu bertujuan membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan titik api.
Meski kemampuan nasional Indonesia tetap dikerahkan penuh, keterlibatan dukungan internasional disebut memastikan penanganan titik api dan perlindungan masyarakat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Menhan: Wujud Nyata Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Jepang
Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kehadiran bantuan dan pengerahan unsur JMSDF merupakan wujud konkret implementasi hubungan bilateral serta Defense Cooperation Agreement (DCA) antara Indonesia dan Jepang, baik yang sedang berjalan maupun di masa depan.
Menurut Sjafrie, kerja sama pertahanan tidak hanya diwujudkan melalui dialog atau latihan militer semata. Kerja sama itu juga diterjemahkan secara nyata ke dalam aksi kemanusiaan saat masyarakat menghadapi krisis, berlandaskan prinsip mutual respect dan mutual benefit.
Kehadiran Menhan RI di atas kapal JS Kunisaki sekaligus menjadi momentum menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan soliditas tentara Jepang. Penganugerahan ini mencerminkan eratnya hubungan kerja sama bilateral, di mana solidaritas internasional menjadi etika berbangsa yang saling menguatkan dalam menghadapi tantangan kebencanaan.