KALIMANTAN BARAT — Securities and Exchange Commission (SEC) menyetujui program pemungutan suara otomatis bagi pemegang saham ritel Tesla, Inc. (TSLA) di Amerika Serikat. Lewat mekanisme ini, investor ritel bisa memberi instruksi tetap agar saham mereka mengikuti rekomendasi dewan direksi Tesla di setiap rapat pemegang saham. Persetujuan datang saat Tesla belum menetapkan jadwal rapat tahunan 2026 dan CEO Elon Musk terus membuka peluang merger Tesla dengan SpaceX.
Penasihat hukum umum Tesla Brandon Ehrhart bersama firma Sullivan & Cromwell mengajukan permintaan no-action ke Kantor Merger dan Akuisisi SEC pada 29 September. Regulator menyetujui permintaan itu di hari yang sama, setelah proses yang menurut Tesla melewati diskusi berbulan-bulan dengan staf SEC.
Tesla menamai mekanisme ini "Program Pemungutan Suara Ritel Sukarela Penerbit". Pemegang saham ritel yang ikut program dapat memberikan suara mengikuti rekomendasi dewan direksi, dan instruksi itu berlaku sampai dicabut sendiri oleh investor.
Hanya Bisa Ikut Rekomendasi Dewan, Tidak Bisa Menentang
Program ini cuma menyediakan satu arah instruksi, yakni mengikuti rekomendasi dewan. Investor tidak punya opsi menetapkan instruksi tetap untuk menolak rekomendasi dewan atau mengikuti kebijakan pemungutan suara lain.
Tesla memberi dua pilihan bagi peserta. Pertama, instruksi otomatis berlaku untuk setiap agenda. Kedua, investor mengecualikan pemilihan direksi yang diperebutkan serta transaksi merger, akuisisi, atau divestasi yang butuh persetujuan pemegang saham.
Pada opsi pertama, saham investor ritel otomatis memberikan suara sesuai rekomendasi dewan dalam transaksi merger. Pemungutan suara berlangsung begitu Tesla mengajukan pernyataan kuasa definitif ke SEC, bahkan sebelum investor menerima dokumennya. Peserta tetap bisa menolak proposal tertentu atau berhenti dari program tanpa biaya, dan Tesla wajib mengirim pengingat minimal sekali setahun.
Robinhood Ikut Dirikan Hub Pendaftaran Antarperusahaan
CEO Robinhood Vlad Tenev menyambut persetujuan SEC lewat unggahan di media sosial X. "Bangga bekerja sama dengan tim luar biasa di Tesla untuk membantu mewujudkan hal ini," katanya, dikutip Kamis, 30 September 2026.
Tenev menyebut program ini sebagai pemungutan suara yang memberdayakan investor ritel. Surat Tesla kepada SEC menjelaskan adanya "Hub" yang dikelola broker, tempat investor mendaftar untuk program pemungutan suara dari sejumlah perusahaan yang berpartisipasi.
Bukan yang Pertama, ExxonMobil dan Goldman Sachs Sudah Duluan
ExxonMobil memperoleh keringanan serupa dari SEC pada September 2025. Tesla menyebut lebih dari 100 ribu pemegang saham ExxonMobil sudah mendaftar hingga Maret 2026. Goldman Sachs juga mendapat surat serupa sehari sebelum persetujuan Tesla.
Tesla mengajukan program ini sebagai kerangka kerja, dan SEC menyatakan keringanan tersebut bisa berlaku bagi perusahaan lain dengan mekanisme serupa.
Partisipasi Investor Ritel Jadi Alasan Utama
Alasan Tesla mengajukan program ini adalah rendahnya partisipasi investor ritel dalam pemungutan suara perusahaan. Mengutip data Broadridge, Tesla menyebut investor ritel hanya memberikan suara atas 28 persen saham mereka selama musim pemungutan suara proksi 2025.
Angka itu jauh di bawah tingkat partisipasi investor institusi yang mencapai 76,6 persen. Tesla juga mengaku mengeluarkan lebih dari USD2 juta untuk jasa penggalangan suara proksi dalam dua rapat tahunan terakhir demi mendongkrak partisipasi investor ritel.
Suara Ritel Pernah Menentukan Paket Kompensasi Musk
Peran investor ritel dinilai penting karena suara mereka pernah mempengaruhi keputusan besar perusahaan. Pada 2025, penasihat firma proksi Institutional Shareholder Services Inc. (ISS) dan Glass Lewis merekomendasikan lembaga keuangan menolak paket kompensasi baru Elon Musk. Paket itu tetap disetujui pemegang saham berkat dukungan investor ritel.
Agenda investasi Tesla ke perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, juga menunjukkan bagaimana suara pemegang saham bisa menentukan hasil. Dalam agenda tersebut, dewan direksi Tesla tidak memberikan rekomendasi. Proposal investasi xAI memperoleh sekitar 1,06 miliar suara setuju dan 916 juta suara menolak, sementara lebih dari 473 juta saham abstain.
Tesla menghitung suara abstain sebagai suara menolak sehingga proposal itu gagal. Meski demikian, Tesla kemudian menginvestasikan USD2 miliar di xAI pada Januari, beberapa pekan sebelum SpaceX mengambil alih xAI.